Kamis, 06 Desember 2018

MENENTUKAN KALOR YANG HILANG DALAM PROSES PERTUKARAN


1.     Tujuan
a.     Agar mahasiswa dapat menentukan jumlah kalor yang hilang dalam proses pertukaran kalor antara air yang bersuhu tinggi dan air yang bersuhu rendah.
b.     Agar mahasiswa dapat menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kalor.
2.     Alat dan Bahan
a.     Beaker glass 250 ml, 2 buah.
b.     Pemanas air
c.      Thermometer batang
d.     Timbangan
3.     Dasar Teori
Jika dua sistem yang berbeda suhunya bersentuhan, maka system yang suhunya lebih tinggi akan melepaskan kalor dan system yang suhunya lebih rendah akan menyerap kalor. Karena melepas kalor, mkaa system yang suhunya lebih tinggi akan turun suhunya. Sebaliknya system yang suhunya lebih rendah akan naik suhunya. Pada suatu saat akan terjadi kesetimbangan  termal, dan suhu kedua system menjadi sama.
Menurut hokum kekekalan energy, kalor yang dilepas sama dengan kalor yang diserap. Dalam kasus kedua system adalah siste terbuka, maka sebagian kalor yang diserap oleh lingkungan. Kalor ini sering dianggap sebagai kalor yang hilang.Panas atau kalor adalah energi yang berpindah akib at perbedaan suhu. Panas bergerak dari daerah bersuhu tinggi ke rendah. Pada perpindahan energi tersebut tentu ada kecepatan perpindahan panasyang terjadi. Ada 3 bentuk mekanisme perpindahan panas yang diketahui, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.
Perpindahan kalor secara konduksi adalah proses perpindahan kalor dimana kalor mengalir dari daerah yang bertemperatur tinggi ke rendah dalam suatu medium (padat, cair atau gas) atau antar medium yang berlainan.Perpindahan kalor secara konveksi adalah perpindahan panas karena adanya gerakan/aliran/pencampuran dari bagian panas ke bagian yang dingin.Perpindahan kalor secara radiasi adalah proses dimana panas mengalir dari benda yang bersuhu tinggi kebenda yang bersuhu rendah bila benda benda itu terpisah di dalam ruang, bahkan jika terdapat ruang hampa diantara benda benda tersebut.
Asas black berdasarkan teori pertukaran kalor, asas black juga merupakan suatu prinsip dalam termodinamika yang ditemukan oleh joseph black.Teori pertukaran kalor menyebutkan jika ada zat yang suhunya berbeda dicampur, maka akan terjadi pertukaran kalor. Zat yang bersuhu tinggi akan melepaskan kalor sehinggasuhunya akan turun, sedangkan zat yang bersuhu  rendah akan menerima kalor sehingga suhunya naik.pada suatu saat akan terjadi kesetimbangan termal.  Hal ini menyebabkan campuran kedua zat tersebut menjadi bersuhu sama. Suhu akhir dari campuran zat itulah yang merupakan hasil akhir dari pertukaran kalor.

4.     Prosedur Percobaan
a.     Mengambil air menggunakan 2 beaker glass, masing-masing berisi100 ml
b.     Timbang massa air dalam kedua beaker glass.
c.      Panaskan air sekitar 90
d.     Ukur suhu setiap beaker glass
e.     Campurkan air yang bersuhu dingin dengan air yang baru saja di panaskan
f.       Setelah dicampurkan, diamkan sejenak. Maka akan terjadi kesetimbangan
g.     Ukur suhu campuran
h.     Catat semua data yang diperoleh

5.     Data
 (gram)
(gram)
 ()
 ()
 (kal/gram  )
277,32

132,52
28
72
42

7.     Kesimpulan
            Dari hasil percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa percobaan air panas yang hilang lebih sedikit, sedangkan percobaan yang menggunakan air dingin suhunya yang hilang lebih banyak. Hal ini disebabkan karena air panas suhunya lebih tinggi dan menguap, dibandingkan air dingin.

8.     Tugas / pertanyaan
a.       Berapa kalor yang diserap oleh lingkungan ( kalor yang hilang )
= kalor yang hilang dalam percobaan air dingin adalah 3.882,48, sedangkan kalor yang hilang dalam percobaan air panas adalah 3.975,6
b.      Apa cara yang bisa ditempuh untuk mengurangi kalor yang hilang? Beri contoh alat yang dirancang dengan pertimbangan mengurangi kalor yang hilang? Bgaimana cara kerjanya?
= Dengan cara alat yang yang bernama beakerstainless..Contoh alat yang dapat mengurangi kalor yang hilang adalat Termos.Cara kerja termos adalah Menurut teori pertukaran dari Henry Prevost Bagge (1824-1918) bahwa benda yang lebih dingin selalu menyerap gelombang panas dari benda yang lain sampai kedua bendanya mempunyai temperature yang sama. Didasarkan pada teori ini maka the yang panas ataupun dingin dalam termos akan kehilangan panas atau menyerap panas dari tempatnya. Namun, termos sudah didesain agar bisa menghambat ketiga cara panas dapat berpindah adalah: konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi adalah perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan molekul-molekul benda tersebut. Konveksi adalah perpindahan kalor disertai dengan perpindahan molekul-molekul benda tersebut. Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa media perambat.Jadi prinsip kerjanya termos air adalah sebagai isolator atau pencegah berpindahnya panas dari air keudara luar. Karena tekanan udara luar untuk daerah tinggi memeng lebih rendah  dibandingkan di daerah dataran rendah, sebagai molekul air lebih mudah terlepas ke udara menjadi uap (mendidih). Waktu memasak air didataran tinggi air akan mudah mendidih, karena titik didih zat cair dipengaruhi oleh tekanan udara di atas permukaan zat cair, maka semakin rendah titik didih zat cair tersebut didaerah dataran tinggi tekanan udaranya lebih kecil.  Jadi karena titik didih dataran tinggi lebih rendah maka air akan lebih cepat mendidih.

9.     Aplikasi Medis
v Kompres hangat
Cara kerja kompres hangat dengan menggunakan buli buli panas yang dibungkus kain yaitu secara konduksi dimana terjadi perpindahan panas dari buli buli kedalam tubuh sehingga akan menyebabkan pelebaran pembuluh darah, sehingga akan terjadi penurunan ketegangan otot.
v Saat melakukan tranfusi darah
Pada saat melakukan tranfusi darah. Darah yang sebelumnya dibekukan harus dicairkan terlebih dahulu untuk melancarkan jalannya darah pada saat tranfusi dengan cara di dinginkan.


v Saat tidur di tempat dingin harus menggunakan selimut
Hangat tersebut berasal dari energi yang dilepaskan tubuh kita sendiri. Sebagaimana kita ketahui temperatur tubuh pada malam yang dingin akan lebih tinggi dari teperatur lingkungan. Karena hal tersebut maka terjadi perpindahan panas dari tubuh. Sesaat ketika baru memakai selimut akan terasa dingin. Setelah beberapa lama, karena selimut memiliki konduktivitas penghantar panas yang rendah, maka temperatur di dalam selimut akan lebih tinggi dibanding selimut. Ini berarti energi yang terbuang dari tubuh tetap terjaga di dalam selimut.Lalu disebabkan temperatur di dalam selimut tetap terjaga lebih tinggi dari temperatur udara luar, maka tubuh kita akan terjaga hangat.

10.   Perpustakaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar