LAPORAN PRATIKUM FISIKA FISIOTERAPI
PENGUNAAN ALAT TERAPI KEPADA PASIEN
DISUSUN
OLEH :
NAMA
: TRI MARCELINE PRATIWI SAMSON
NIM
: 18170021
KELAS
: A.15. 1
A.
TUJUAN
a) Agar mahasiswa bias mengetahui cara
penggunaan alat terapi kepada paisen
b) Bias mengetahui apa saja yang di
rasakan
c) Efek yang terjadi pada saat alat
terapi di gunakan
B.
DASAR TEORI
Fisioterapi
dengan menggunakan alat hot pack
membalutkan hot pack basah kemudian membalutnya lagi dengan beberapa lapis
handuk kemudian meletakkannya ke daerah yang membutukan perawatan. Panas yang
dihasilkan oleh hot pack mempunyai beberapa manfaat yang penting. Hot pack ini
merelaksasikan otot yang kaku sehingga dampaknya jaringan otot tersebut menjadi
relaks. Hot pack ini dapat menurunkan nyeri yang disebabkan oleh ketegangan
atau kekakuan otot. Hot pack juga menyebabkan vasodilatasi/pelebaran pembuluh
darah vena yang dapat meningkatkan sirkulasi darah pada daerah tersebut. Pasien
dengan ketegangan dan kekakuan otot atau arthritis sering mendapatkan manfaat
dengan penggunaan hot pack. Cold pack adalah gel beku yang digunakan
fisioterapi untuk merawat daerah yang nyeri dan peradangan. Cold pack dibalutkan
pada handuk yang basah dan diletakkan langsung pada daerah yang membutuhkan
perawatan. Efek dingin dari cold pack disalurkan ke kulit, otot dan jaringan
tubuh pasien sehingga mempunyai beberapa manfaat. Suhu yang dingin menyebabkan
vasokonstriksi/penyempitan pembuluh darah vena pada area tersebut. Dan efek ini
menurunkan peradangan pada daerah tersebut. Dan dengan menurunnya peradangan
maka nyeri dan bengkak berkurang. Mesin ultrasound adalah modalitas fisioterapi
yang pemanfaatannya dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi atau
rendah. Gelombang suara ini dasalurkan di sekitar jaringan dan pembuluh darah,
gelombang suara tersebut menembus ke otot sehingga otot menjadi hangat dan otot
relaks, oleh karena itu gelombang ultrasound ini digunakan untuk perawatan otot
yang mengalami ketegangan dan kekakuan. Efek dari pemanasan ini juga
berpengaruh pada pelebaran pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah
sehingga membantu proses penyembuhan. Fisioterapis juga dapat mengatur
frekuensi dari gelombang ultrasound tersebut sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi peradangan. Tens (transcutaneus electrical nerve
stimulation), alat ini dioperasikan dengan baterei kecil dan menggunakan
transmisi listrik dan bermanfaat menurunkan nyeri. Elektroda di letakkan
didaerah yang bersangkutan yang mengalami nyeri. Mesin dihidupkan dan arus
listrik disalurkan lewat elektroda. Perasaan geli terasa dibawah kulit dan
otot. Sinyal ini berfungsi menggangu sinyal nyeri. Sinyal dari tens ini
mempengaruhi syaraf-syaraf pada daerah yang diaplikasikan tens dan memutus
sinyal nyeri sehingga pasien merasakan nyerinya berkurang. Electrical stimulasi menggunakan arus listrik
yang menyebabkan satu atau kelompok otot tertentu berkontraksi. Dengan
meletakkan elektroda pada beberapa daerah dikulit tertentu fisioterapi dapat
mempengaruhi serabut otot untuk berkontraksi. Kontraksi otot dengan menggunakan
electrical stimulasi ini dapat meningkatkan kekuatan otot. Fisioterapi dapat
merubah susunan arus untuk arus yang kuat atau arus lemah dalam
menggontraksikan otot. Selama proses penguatan otot, terjadilah kontraksi otot
yang meningkatkan asupan darah ke daerah yang diberikan arus sehingga
meningkatkan proses penyembuhan. adalah
tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau
gangguan pada tulang dan otot. Tujuan dari traksi adalah untuk menangani
fraktur, dislokasim atau spasme otot dalam usaha untuk memperbaiki deformitas
dan mmpercepat penyembuhan. Ada dua tipe utama dari traksi : traksi skeletal
dan traksi kulit, dimana didalamnya terdapat sejumlah penanganan. Prinsip Traksi adalah menarik
tahanan yang diaplikasikan pada bagian tubuh, tungkai, pelvis atau tulang
belakang dan menarik tahanan yang diaplikasikan pada arah yang berlawanan yang
disebut dengan countertraksi. Tahanan dalam traksi didasari pada hokum ketiga
(Footner, 1992 and Dave, 1995). Traksi dapat dicapai melalui tangan sebagai
traksi manual, penggunaan talim splint, dan berat sebagaimana pada traksi kulit
serta melalui pin, wire, dan tongs yang dimasukkan kedalam tulang sebagai
traksi skeletal (Taylor, 1987 and Osmond, 1999). Traksi dapat dilakukan melalui kulit atau tulang. Kulit hanya mampu
menanggung beban traksi sekitar 5 kg pada dewasa. Jika dibutuhkan lebih dari
ini maka diperlukan traksi melalui tulang. Traksi tulang sebaiknya dihindari
pada anak-anak karena growth plate dapat dengan mudah rusak akibat pin tulang.
Indikasi traksi kulit diantaranya adalah untuk
anak-anak yang memerlukan reduksi tertutup, traksi sementara sebelum operasi,
traksi yang memerlukan beban 5 kg. Akibat traksi kulit yang kelebihan beban di
antaranya adalah nekrosis kulit, obstruksi vaskuler, oedem distal, serta
peroneal nerve palsy pada traksi tungkai. Traksi
tulang dilakukan pada dewasa yang memerlukan beban > 5 kg, terdapat
kerusakan kulit, atau untuk penggunaan jangka waktu lama. Kontratraksi
diperlukan untuk melawan gaya traksi, yaitu misalnya dengan memposisikan
tungkai lebih tinggi pada traksi yang dilakukan di tungkai. Short Wave Diathermi (SWD) adalah
Suatu alat terapi yang menggunakan pemanasan yang pada jaringan dengan merubah
energi elektromagnet menjadi energi panas. Dalam beberapa dekade terakhir atau
lebih, banyak profesional medis telah menemukan bahwa ada beberapa cara untuk
membantu pasien mereka dalam penyembuhan tanpa menggunakan atau dengan
membatasi penggunaan obat penghilang rasa sakit yang digunakan dalam jangka
panjang. Hal-hal seperti terapi pijat, stimulator neuromuskuler, dan terapi
ultrasound telah merevolusi cara komunitas medis dalam membantu penyembuhan
pasien. Jenis teknologi lain yang telah menunjukkan nilai riil dalam bidang
klinis adalah diatermi gelombang pendek. Metode ini berfungsi untuk
mengendalikan rasa sakit dan meningkatkan aliran darah ke daerah-daerah otot yang
rusak dengan tindakan panas yang sampai ke dalam jaringan (deep heat). Dalam
hubungannya dengan obat-obatan berbasis non terapi, diatermi gelombang pendek
dapat membantu sejumlah besar pasien dengan berbagai tingkat cedera serta
berbagai jenis cedera. Melihat lebih dekat pada praktek kita berharap bahwa
diatermi gelombang pendek ini bisa dimasukkan sebagai bagian dari
teknologi medis.
C.
ALAT DAN BAHAN
1.
Cold
pack
2.
Swd
3.
Mwd
4.
Tens
5.
Infrared
6.
Ultraviolet
7.
Parafin
beat
D.
CARA KERJA
1.
Menyiapkan
alat-alat fisioterapi
2. Rol – rolan listrik
3. Siapkan kasur atau tempat duduk
4. Pastikan semua alat terpasang
dengan baik
5. Pastikan alat fisioterapi siap
digunakan
6. Pasangkan alat fisioterapi
keposisi yang sudah di tentukan
E.
PEMBAHASAN
1. Pengertian
SWD
Terapi panas penentrasi dalam dengan menggunakan gelombang elektromagnetik frekuensi 27,12 MHz, panjang gelombang 11 m.
Tujuan Pemberian SWD
Memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, mengurangi spasme otot, membantu meningkatkan kelenturan jaringan lunak, mempercepat penyembuhan radang.
Penempatan/susunan elektroda
• Kontraplanar ; paling baik, penentrasi panas kejaringan lebih dalam, dipermukaan berlawanan dengan bagian terapi.
• Koplanar : elektroda berdampingan disisi sama dgn jarak elektroda adequat, pemanasan superficial, jarak antara ke2 elektroda >> lebar drpd elektroda
• Cross fire treatment ; ½ terapi diberikan dgn elektroda 1 posisi, ½ terapi diberikan elektroda posisi lain, pemanasan jaringan dlm seperti untuk organ pelvis
• Monoplanar : elektroda aktif diatas satu lesi, bila yang dituju local & dangkal
Indikasi SW
Kondisi peradangan dan kondisi sehabis trauma (trauma pd musculoskeletal), adanya keluhan nyeri pd sistem musculoskeletal (kodisi ketegangan, pemendekan, perlengketan otot jaringan lunak), persiapan suatu latihan/senam (untuk gangguan pada sistem peredarah darah)
Kontraindikasi SWD
Keganasan, kehamilan, kecendrungan terjadinya pendarahan, gangguan sensibilitas, adanya logam di dalam tubuh, lokasi yang terserang penyakit pembuluh darah arteri. Teknik aplikasi SWD
Pre pemanasan alat 5-10 menit, jarak antara elektroda dengan pasien 5-10 cm/1 jengkal, durasi 15-30 menit, intensitas sesuai dengan aktualitas patologi, posisikan pasien senyaman mungkin, terbebas dari pakaian dan logam, tes sensibilitas, pasang elektroda, pasien tidak boleh bergerak, intensitas dipertahankan sesuai dgn toleransi pasien.
Terapi panas penentrasi dalam dengan menggunakan gelombang elektromagnetik frekuensi 27,12 MHz, panjang gelombang 11 m.
Tujuan Pemberian SWD
Memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, mengurangi spasme otot, membantu meningkatkan kelenturan jaringan lunak, mempercepat penyembuhan radang.
Penempatan/susunan elektroda
• Kontraplanar ; paling baik, penentrasi panas kejaringan lebih dalam, dipermukaan berlawanan dengan bagian terapi.
• Koplanar : elektroda berdampingan disisi sama dgn jarak elektroda adequat, pemanasan superficial, jarak antara ke2 elektroda >> lebar drpd elektroda
• Cross fire treatment ; ½ terapi diberikan dgn elektroda 1 posisi, ½ terapi diberikan elektroda posisi lain, pemanasan jaringan dlm seperti untuk organ pelvis
• Monoplanar : elektroda aktif diatas satu lesi, bila yang dituju local & dangkal
Indikasi SW
Kondisi peradangan dan kondisi sehabis trauma (trauma pd musculoskeletal), adanya keluhan nyeri pd sistem musculoskeletal (kodisi ketegangan, pemendekan, perlengketan otot jaringan lunak), persiapan suatu latihan/senam (untuk gangguan pada sistem peredarah darah)
Kontraindikasi SWD
Keganasan, kehamilan, kecendrungan terjadinya pendarahan, gangguan sensibilitas, adanya logam di dalam tubuh, lokasi yang terserang penyakit pembuluh darah arteri. Teknik aplikasi SWD
Pre pemanasan alat 5-10 menit, jarak antara elektroda dengan pasien 5-10 cm/1 jengkal, durasi 15-30 menit, intensitas sesuai dengan aktualitas patologi, posisikan pasien senyaman mungkin, terbebas dari pakaian dan logam, tes sensibilitas, pasang elektroda, pasien tidak boleh bergerak, intensitas dipertahankan sesuai dgn toleransi pasien.
2. Pengertian
MWD
Suatu aplikasi terapeutik dengan menggunakan gelombang mikro dlm bentuk radiasi elektromagnetik yg akan dikonversi dalam bentuk dengan frekuansi 2456 MHz dan 915 MHz dengan panjang gelombang 12,25 arus yang dipakai adalah arus rumah 50 HZ, penentrasi hanya 3 cm, efektif pada otot
Indikasi MWD
Selektif pemanasan otot (jaringan kolagen), spasme otot (efektif untuk sendi Inter Phalangeal, Metacarpal Phalangeal dan pergelangan tangan, Rheumathoid Arthritis dan Osteoarthrosis), kelainan saraf perifer (neuralgia neuritis)
Kontraindikasi MWD
Adanya logam, gangguan pembuluh darah, pakaian yang menyerap keringat, jaringan yang banyak cairan, gangguan sensibilitas, neuropathi (timbul gangguan sensibilitas dan diabetes melitus), infeksi akut, transqualizer (alat pada pasien dengan gangguan kesadaran), sesudah rontgen (konsentrasi EM berkelebihan), kehamilan, saat menstruasi.
Efek fisiologis yang ditimbulkan dari pemberian MWD
Terjadinya perubahan panas ; yang sifatnya lokal jaringan yang meningkatkan metabolisme jaringan lokal, meningkatkan vasomotion sehingga timbul homeostatik lokal yang akhirnya menimbulkan vasodilatasi. Perubahan panas secara general yang menaikkan temperatur pada daerah lokal.
Teknik aplikasi MWD:
• Persiapan alat, tes alat, pre pemanasan 5-10 menit, jarak <10cm dari kulit • persiapan pasien : bebaskan dari pakaian dan logam, posisikan pasien senyaman mungkin, tes sensibilitas, jarak 5-10 cm, durasi 20-30 menit. alat 2456MHz, frekuensi terapi 3-5 x/minggu, intensitas 50-100 watt (toleransi pasien), dosis intensitas ditentukan oleh aktualitas patologi (aktualitas rendah : thermal, aktualitas sedang : subthermal, aktualitas tinggi : a thermal)
Suatu aplikasi terapeutik dengan menggunakan gelombang mikro dlm bentuk radiasi elektromagnetik yg akan dikonversi dalam bentuk dengan frekuansi 2456 MHz dan 915 MHz dengan panjang gelombang 12,25 arus yang dipakai adalah arus rumah 50 HZ, penentrasi hanya 3 cm, efektif pada otot
Indikasi MWD
Selektif pemanasan otot (jaringan kolagen), spasme otot (efektif untuk sendi Inter Phalangeal, Metacarpal Phalangeal dan pergelangan tangan, Rheumathoid Arthritis dan Osteoarthrosis), kelainan saraf perifer (neuralgia neuritis)
Kontraindikasi MWD
Adanya logam, gangguan pembuluh darah, pakaian yang menyerap keringat, jaringan yang banyak cairan, gangguan sensibilitas, neuropathi (timbul gangguan sensibilitas dan diabetes melitus), infeksi akut, transqualizer (alat pada pasien dengan gangguan kesadaran), sesudah rontgen (konsentrasi EM berkelebihan), kehamilan, saat menstruasi.
Efek fisiologis yang ditimbulkan dari pemberian MWD
Terjadinya perubahan panas ; yang sifatnya lokal jaringan yang meningkatkan metabolisme jaringan lokal, meningkatkan vasomotion sehingga timbul homeostatik lokal yang akhirnya menimbulkan vasodilatasi. Perubahan panas secara general yang menaikkan temperatur pada daerah lokal.
Teknik aplikasi MWD:
• Persiapan alat, tes alat, pre pemanasan 5-10 menit, jarak <10cm dari kulit • persiapan pasien : bebaskan dari pakaian dan logam, posisikan pasien senyaman mungkin, tes sensibilitas, jarak 5-10 cm, durasi 20-30 menit. alat 2456MHz, frekuensi terapi 3-5 x/minggu, intensitas 50-100 watt (toleransi pasien), dosis intensitas ditentukan oleh aktualitas patologi (aktualitas rendah : thermal, aktualitas sedang : subthermal, aktualitas tinggi : a thermal)
3. Pengertian
Parafin Beat
Pengobatan panas superficial dgn modalitas rendaman hangat parafin.
Tujuan
Preliminary terhadap metoda intervensi lain (mobilisasi sendi, massage), memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, menambah kelenturan jaringan perifer, lingkup gerak sendi, dipilih untuk tangan dan kaki.
Metode Aplikasi
> Metode Deep : mencelupkan kaki/tangan kedalam cairan parafin bath -> terbentuk permukaan parafin padat dan tipis yang meliputi kulit -> tarik kembali -> ulang 8-10x -> sampai terbentuk sarung tengan tebal (mengisolasi bagian tubuh terhadap kehilangan panas) -> bungkus dengan handuk kering untuk mempertahankan panas -> lama 15-20 menit -> setelah itu sarung tangan parafin dilepas
> Metode immersion : mencelupkan tangan/kaki secara terus-menerus kedalam cairan parafin -> terbentuk sarung tangan pada sekitar kulit -> lama 20-30 menit -> lebih efektif meningkatkan temperatur jaringan tapi resiko luka bakar
> Metoda breshing : dengan menggunakan kuas -> untuk area yang tidak dijangkau (pinggang, hip, pada regio yang besar)
Pengobatan panas superficial dgn modalitas rendaman hangat parafin.
Tujuan
Preliminary terhadap metoda intervensi lain (mobilisasi sendi, massage), memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, menambah kelenturan jaringan perifer, lingkup gerak sendi, dipilih untuk tangan dan kaki.
Metode Aplikasi
> Metode Deep : mencelupkan kaki/tangan kedalam cairan parafin bath -> terbentuk permukaan parafin padat dan tipis yang meliputi kulit -> tarik kembali -> ulang 8-10x -> sampai terbentuk sarung tengan tebal (mengisolasi bagian tubuh terhadap kehilangan panas) -> bungkus dengan handuk kering untuk mempertahankan panas -> lama 15-20 menit -> setelah itu sarung tangan parafin dilepas
> Metode immersion : mencelupkan tangan/kaki secara terus-menerus kedalam cairan parafin -> terbentuk sarung tangan pada sekitar kulit -> lama 20-30 menit -> lebih efektif meningkatkan temperatur jaringan tapi resiko luka bakar
> Metoda breshing : dengan menggunakan kuas -> untuk area yang tidak dijangkau (pinggang, hip, pada regio yang besar)
4. Pengertian
Ultravioled
Pancaran gelombang elektromagnetik. Dengan panjang gelombang 1800A-4000A, dikelompokan : Far UV -> 1800-2900A, daya tembus -> stratum korneum; Near UV -> 2900-4000A, daya tembus -> stratum spinosum
> Upaya pengobatan modalitas sinar superficial dgn menggunakan sinar ultra violet gelombang panjang (UV B) atau gelombang pendek (UV A)
> UV A (3450-4000A) tanning (pewarnaan) dengan sedikit eritema kulit, immediate banyak terjadi, tidak semua orang tampak pada penyinaran 1 jam, hilang dalam beberapa hari
> UV B (2800-3150A): uremik pruritus, eritema kulit, terbakar
> UV C (1800-2800 A)
> Struktur kulit dari kulit paling luar ke dalam àlapisan dermis : stratum korneum/lapisan tanduk, stratum lusidum, stratum granulosum, stratum spinosum, stratum basale(pigmen); lapisan dermis : pars papilare & pars retikularis; Lapisan subkutis.
Tujuan Pemberian UV
Untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh, mempercepat penyembuhan luka terbuka, penyembuhan penyakit kulit tertentu
• Efek lokal
o Erytema, adalah kemerah-merahan pada kulit dan merupakan hal pertama yang dapat diobserfasi sebagai efek penggunaan UV. Eritema dicapai sekitar 24 jam kemudian, eritema merupakan hasil stimulasi reaksi inflamasi oleh sinar UV. UV dapat menyebabkan iritasi dan perubahan degeneratif pada jaringan epidermis. Stimulasi tersebut merupakan respon dilatasi kapiler, arterioler dan eksudasi (pengaliran cairan) pada jaringan.
o Pigmentasi à merupakan peningkatan pigmen melanin yg dibentuk oleh melanoblast yang berpindah kelapisan lebih superficial pada epidermis. UV dpt mempercepat produksi melanin melalui stimulasi produksi enzim tyrosinase pada melanoblast
o Desquamasi adalah pengelupasan sel-sel kulit mati yang terjadi pada jaringan kulit
o Pertumbuhan sel-sel epitel adalah peningkatan sebagai bagian dari proses perbaikan jaringan dimana sel-sel basal berpindah ke sel-sel diepidermis
• Efek antibiotik, merupakan efek destruktif akibat radiasi UV terhadap virus, bakteri dan organisme-organisme kecil pada permukaan kulit
Indikasi UV
radikal general -> penderita dengan kondisi tubuh rendah (alergi, asmatis, bronchitis), anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan dan aktivitas (anak premature, Cerebral Palsy)
Radiasi lokal -> penyakit kulit karena jamur, luka lama (decubitus), hipopigmentasi (bekas luka terbakar), acne vulvagaris
Kontra Indikasi UV
Penyakit yang akut (TBC, paru, dermatitis, exim), penderita yang sedang mendapat radioterapi, penderita alergis terhadap sinar UV, sensitiser (adanya kemungkinan penderita menjadi sensitive terhadap sinar UV setelah pengobatan dengan obat-obatan tertentu, misal : sulfa, insuline, thyroid extract, kinine, gold therapy
Derajat Eritema UV
- Derajat I : MED (Minimal Erytema Dosage), dosis UV yang dalam beberapa jam menyebabkan eritema minimal, dimana untuk menentukan dosis terapi, periode laten 6-8 jam, hilang 24-36 jam, iritasi berkurang & pengelupasan kulit berkurang
- Derajat II : 2,5 MED, periode laten 4-6 jam, menghilang 48-96 jam, sedikit iritasi dan pengelupasan kulit.
- Derajat III : 5 MED, periode laten 3-4 jam, menghilang 6-10 hari, panas, nyeri, oedem, pengelupasan kulit, mirip luka bakar, pigmentasi menambah
- Derajat IV : 10 MED, periode laten 2 jam, menetap selama beberapa hari, hilang sampai 2 minggu
Prosedur penggunaan UV
Dosis :
• Untuk radiasi general -> dosis : sub erytema, pengulangan 1x1 hari, 1 seri 12x
• Untuk radiasi lokal -> dosis E II pengulangan 3 hari 1x, E III pengulangan 3 minggu 1x, E IV pengulangan 2 minggu 1x
Teknik aplikasi
Sebelum terapi dilakukan tes MED (Minimal Erytema Dosage). Posisikan pasien senyaman mungkin, tutup semua bagian kecuali area yang akan di tes, bersihkan dulu dengan alkohol. Area yang akan diterapi diberi karbon hitam yang ada lobangnya, area lain ditutup rapat, untuk terapis pakai kacamata. Timer dlm detik, alat tegak lurus pd kulit, jarak lampu dari kulit 60-90 cm.
Pancaran gelombang elektromagnetik. Dengan panjang gelombang 1800A-4000A, dikelompokan : Far UV -> 1800-2900A, daya tembus -> stratum korneum; Near UV -> 2900-4000A, daya tembus -> stratum spinosum
> Upaya pengobatan modalitas sinar superficial dgn menggunakan sinar ultra violet gelombang panjang (UV B) atau gelombang pendek (UV A)
> UV A (3450-4000A) tanning (pewarnaan) dengan sedikit eritema kulit, immediate banyak terjadi, tidak semua orang tampak pada penyinaran 1 jam, hilang dalam beberapa hari
> UV B (2800-3150A): uremik pruritus, eritema kulit, terbakar
> UV C (1800-2800 A)
> Struktur kulit dari kulit paling luar ke dalam àlapisan dermis : stratum korneum/lapisan tanduk, stratum lusidum, stratum granulosum, stratum spinosum, stratum basale(pigmen); lapisan dermis : pars papilare & pars retikularis; Lapisan subkutis.
Tujuan Pemberian UV
Untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh, mempercepat penyembuhan luka terbuka, penyembuhan penyakit kulit tertentu
• Efek lokal
o Erytema, adalah kemerah-merahan pada kulit dan merupakan hal pertama yang dapat diobserfasi sebagai efek penggunaan UV. Eritema dicapai sekitar 24 jam kemudian, eritema merupakan hasil stimulasi reaksi inflamasi oleh sinar UV. UV dapat menyebabkan iritasi dan perubahan degeneratif pada jaringan epidermis. Stimulasi tersebut merupakan respon dilatasi kapiler, arterioler dan eksudasi (pengaliran cairan) pada jaringan.
o Pigmentasi à merupakan peningkatan pigmen melanin yg dibentuk oleh melanoblast yang berpindah kelapisan lebih superficial pada epidermis. UV dpt mempercepat produksi melanin melalui stimulasi produksi enzim tyrosinase pada melanoblast
o Desquamasi adalah pengelupasan sel-sel kulit mati yang terjadi pada jaringan kulit
o Pertumbuhan sel-sel epitel adalah peningkatan sebagai bagian dari proses perbaikan jaringan dimana sel-sel basal berpindah ke sel-sel diepidermis
• Efek antibiotik, merupakan efek destruktif akibat radiasi UV terhadap virus, bakteri dan organisme-organisme kecil pada permukaan kulit
Indikasi UV
radikal general -> penderita dengan kondisi tubuh rendah (alergi, asmatis, bronchitis), anak-anak yang mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan dan aktivitas (anak premature, Cerebral Palsy)
Radiasi lokal -> penyakit kulit karena jamur, luka lama (decubitus), hipopigmentasi (bekas luka terbakar), acne vulvagaris
Kontra Indikasi UV
Penyakit yang akut (TBC, paru, dermatitis, exim), penderita yang sedang mendapat radioterapi, penderita alergis terhadap sinar UV, sensitiser (adanya kemungkinan penderita menjadi sensitive terhadap sinar UV setelah pengobatan dengan obat-obatan tertentu, misal : sulfa, insuline, thyroid extract, kinine, gold therapy
Derajat Eritema UV
- Derajat I : MED (Minimal Erytema Dosage), dosis UV yang dalam beberapa jam menyebabkan eritema minimal, dimana untuk menentukan dosis terapi, periode laten 6-8 jam, hilang 24-36 jam, iritasi berkurang & pengelupasan kulit berkurang
- Derajat II : 2,5 MED, periode laten 4-6 jam, menghilang 48-96 jam, sedikit iritasi dan pengelupasan kulit.
- Derajat III : 5 MED, periode laten 3-4 jam, menghilang 6-10 hari, panas, nyeri, oedem, pengelupasan kulit, mirip luka bakar, pigmentasi menambah
- Derajat IV : 10 MED, periode laten 2 jam, menetap selama beberapa hari, hilang sampai 2 minggu
Prosedur penggunaan UV
Dosis :
• Untuk radiasi general -> dosis : sub erytema, pengulangan 1x1 hari, 1 seri 12x
• Untuk radiasi lokal -> dosis E II pengulangan 3 hari 1x, E III pengulangan 3 minggu 1x, E IV pengulangan 2 minggu 1x
Teknik aplikasi
Sebelum terapi dilakukan tes MED (Minimal Erytema Dosage). Posisikan pasien senyaman mungkin, tutup semua bagian kecuali area yang akan di tes, bersihkan dulu dengan alkohol. Area yang akan diterapi diberi karbon hitam yang ada lobangnya, area lain ditutup rapat, untuk terapis pakai kacamata. Timer dlm detik, alat tegak lurus pd kulit, jarak lampu dari kulit 60-90 cm.
5. Lampu infra merah (IRR) adalah sebuah lampu yang mengeluarkan
gelombang elektromagnetik dimana mempunyai cahaya berwarna merah terang dengan
panjang gelombang yaitu 750 nm - 400.000 nm. atau 7.700
- 4.000.000 angstrom.
Lampu infra merah banyak digunakan dalam dunia kedokteran untuk beberapa keperluan medis, salah satunya untuk mengobati nyeri, kram otot, vasodilatasi jaringan, spastisitas sendi, dll.
Fisioterapi mempunyai andil yang besar dalam menggunakan lampu infra merah di rumah sakit, sebagai bagian dalam menurunkan keluhan nyeri, kram otot, vasodilatasi jaringan dan spastisitas sendi.
Lampu infra merah banyak digunakan dalam dunia kedokteran untuk beberapa keperluan medis, salah satunya untuk mengobati nyeri, kram otot, vasodilatasi jaringan, spastisitas sendi, dll.
Fisioterapi mempunyai andil yang besar dalam menggunakan lampu infra merah di rumah sakit, sebagai bagian dalam menurunkan keluhan nyeri, kram otot, vasodilatasi jaringan dan spastisitas sendi.
6.
Hot Packs: Fisioterapis
membalutkan hot pack basah kemudian membalutnya lagi dengan beberapa lapis
handuk kemudian meletakkannya ke daerah yang membutukan perawatan. Panas yang
dihasilkan oleh hot pack mempunyai beberapa manfaat yang penting. Hot pack ini
merelaksasikan otot yang kaku sehingga dampaknya jaringan otot tersebut menjadi
relaks. Hot pack ini dapat menurunkan nyeri yang disebabkan oleh ketegangan
atau kekakuan otot. Hot pack juga menyebabkan vasodilatasi/pelebaran pembuluh
darah vena yang dapat meningkatkan sirkulasi darah pada daerah tersebut. Pasien
dengan ketegangan dan kekakuan otot atau arthritis sering mendapatkan manfaat
dengan penggunaan hot pack.
7.
Cold Packs: Cold pack adalah gel
beku yang digunakan fisioterapi untuk merawat daerah yang nyeri dan peradangan.
Cold pack dibalutkan pada handuk yang basah dan diletakkan langsung pada daerah
yang membutuhkan perawatan. Efek dingin dari cold pack disalurkan ke kulit,
otot dan jaringan tubuh pasien sehingga mempunyai beberapa manfaat. Suhu yang
dingin menyebabkan vasokonstriksi/penyempitan pembuluh darah vena pada area
tersebut. Dan efek ini menurunkan peradangan pada daerah tersebut. Dan dengan
menurunnya peradangan maka nyeri dan bengkak berkurang.
F.
KESIMPULAN
Jadi , pada saat alat-alat terapi
diletakan di bagian yang sakit akan mengalami respon kepada pasien dikarenakan
alat-alat terapi merupakan alat yang digunakan untuk penyembuhan yang diderita
oleh pasien mengurangi nyeri dan rasa sakit yang di alami oleh pasien .
G.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar