Selasa, 20 November 2018

tugas laporan tentang tens


TUGAS LAPORAN
CARA MENGGUNAKAN TENS KEPADA PASIEN
D
I
S
U
S
U
N
Oleh:


NAMA :  Tri Marceline Pratiwi Samson
NIM     :  18170021
PRODI :  D3 – Fisioterapi









·                 Tujuan
v    Mengetahui cara penggunaan TENS
v    Mengetahui efek yang terjadi saat pemakaian TENS
v    Menngetahui efek setelah pemakaian TENS

·                 DasarTeori
TENS merupakan singkatan dari  (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti Stimulasi Syaraf dengan Listrik melalui kulit. TENS merupakan salah satu metode untuk menghilangkan rasa nyeri. Alat yang digunakan secara umum terdiri dari sumber pembangkit listrik dengan energi yang berasal dari baterai, beberapa kabel penghubung dan elektrode.
Terapi menggunakan TENS dilakukan dengan cara meletakkan elektrode yang terhubung dengan sumber energy pada kulit baik di area nyeri atau area yang lain di sepanjang jalu rperjalanan syaraf. Elektrode akan mengeluarkan aliran listrik dengan daya sebesa rmili ampere. Mekanisme kerja TENS dalam mengurangi rasa nyeri masih menjadi perdebatan para ahli. Dua mekanisme yang paling mungki nadalah sensasi yang ditimbulkan dari stimulus ilistrik pada serabut syaraf yang terletak di kulit akan menutupi sensasi nyeri yang hendak dikirimkan keotak melalui serabut syaraf tersebut. Mekanisme yang kedua adalah rangsangan listrik pada kulit dan serabu tsyaraf akan menyebabkan tubuh mengeluarkan zat endorphin. Endorphin merupakanzat yang menyerupai morphine tetapi diproduksi secara alami oleh tubuh. Mekanisme ini juga terjadi pada terapi seperti akupuntur, pemijatan, kerokdan lain-lain.
Pada akhir-akhir ini, terapi TENS mulai banyak digunakan di masyarakat untuk menghilangkan berbagai rasa nyeri. Penggunakan paling sering adalah pada nyeri pinggang bawah. Pada cedera olahraga, terapi TENS juga mulai mendapatkan tempat bagi rehabilitasi cedera seorang atlet. Alasan yang paling utama adalah karena sedikitnya resiko terjadi efek samping jika digunakan pada jangka waktu yang lama. Terapi TENS tidak menyebabkan ketergantungan, tidak menyebabkan rasa kantuk dan tidak menyebabkan gangguan organ seperti halnya obat –obatan jika digunakan jangka panjang. Namun terapi ini tetap memiliki kekurangan yang harus tetap menjadi perhatian. Karena menggunakan stimulasi listrik maka tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki alat pacu jantung. Efek samping yang  paling sering pada terapi TENS adalah iritasi pada jaringan kulit tempat menempelnya elektrode.
Teknik ini dapat dilakukan  di klinik oleh professional medis atau dapat dilakukan  di rumah oleh si pasien yang telah membeli peralatan TENS. Indikasi utama TENS adalah untuk manajemen nyeri akut dan nyeri kronik non-keganasan. Tetapi, TENS juga digunakan sebagai terapi paliatif untuk mengurangi rasa nyeri yang disebabkan oleh penyakit tulang metastase dan neoplasma.
Berkaitan dengan penanganan cedera olahraga, terapi TENS sangat cocok diberikan pada olahragawan berusia lanjut. Pemberian terapi TENS akan menjadi maksimal jika dilakukan di klinik dengan pengawasan dokter rehabilitasi medik. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal terapi TENS biasanya akan dikombinasi dengan terapi-terapi yang lain. Hal ini juga bermanfaat untuk mengurangi resiko efek samping jika hanya menggunakan satu macam metode saja.

·                 Alat dan bahan
§  TENS
§  Elektroda
§  Menyiapkan tempat duduk
·                 Cara kerja
a.       Menyiapkan TENS
b.      Pastikan pasien sudah bebas dari lotin yang dipakai
c.       Tempelkan elektroda positif dan negative kebagian yang sakit
d.      Hidupkan alat TENS
e.       Fisioterapis menentukan waktu terapi yang akan digunakan kepada pasien
f.        Selalu bertanya tetang apa yang pasien rasakan dalam terapi
g.       Tunggu sampai waktunya habis dan sambil lihat reaksi pasien
h.       Jika waktu sudah berhenti angkat dan matikan alat tens
i.         Tanya kepada pasien apakah sudah lebih baik atau sebaliknya

·                 Pembahasan
TENS  merupakan singkatan dari Transcutaneus  Electrical Nerve Stimulation. Alat yang satu ini dipakai guna memberikan rangsangan pada  syaraf lewat  arus listrik yang dialirkan pada kulit. Akan  tetapi arus listrik  yang  digunakan tentunya arus listrik yang  rendah, jadi  tidak  pembahayakan penggunanya. TENS  mempunyai  fungsi  untuk mengurangi  rasa  nyeri  yang  di derita oleh pasien. Dari namanya saja juga sudah dapat sedikit dipahami jika fungsinya adalah menstimulasi. Syaraf yang distimulasi menggunakan  TENS  ialah syaraf  yang  bermielin tebal,  yang memperlambat syarad penghantar nyeri . Pada dasarnya tidaklah lain dengan memakai alat fisioterapi yang satu ini maka syuaraf penghantar  rasa  nyeri dapat di halang sehingga  rasa nyeri pada penderita akan berkurang dan bahkan hilang. TENS digunakan    untuk fisioterapi bagi pasien  yang  mengalami masalah nyeri namun tidak kunjung sembuh. Atau juga sembuh saat setelah minum obat saja seperti  yang biasa di temui pada masalah nyeri lutut, nyeri sendi, nyeri pinggang ataupun yang lainnya. Nah, apakah pemakaian TENS dalam jangka waktu  yang  lama membahayakan ?Tidak, hingga sekarang belum terdapat efek samping  yang  membahayakan dalam pemakaian fisioterapi dengan TENS. Bahkan menariknya adalah alat fisioterapi  yang satu ini disarankan untuk dimiliki sendiri oleh  para  ahli fisioterapis untuk menangani pasien-pasiennya  yang mengeluhkan gangguan berupa nyeri  yang  tidak sembuh-sembuh.


Beberapa percobaan yang di lakukan :
·        Pada saat Elektrode di letakan di bagian lutut probandus tersebut merasakan reaksi bahwa lututnya seperti kesetrum
·        Pada percobaan selanjutnya Elektrode di letakkan di bagian tangan probandus dan reaksi yang di rasakan sama seperti kesetrum namun, pada beberapa saat kemudian terjadi respon fleksi dan ekstensi di karenakan Tens  menyampaikan berbagai informasi sensoris ke system saraf pusat.
·        Pada percobaan selanjutnya Elektrode di letakkan di bagian leher probandus dan reaksi yang di timbulkan adalah terjadi respon elevasi dan depresi di karenakan Tens menyampaikan berbagai informasi sensoris ke system saraf pusat.
·        Percobaan yang terakhir Elektrode di letakkan di bagian metacarpal dan respon yang terjadi jari jari probandus mengalami reflex yang menimbulkan jari membengkok itu di karenakan Tens menyampaikan berbagai informasi sensoris ke system saraf pusatt.
Dari semua penjelasan di atas sudah diketahui bahwa  di dalam tubuh kita terdapat  aliran listrik karena pada saat elektrode di letakkan pada bagian yang sakit merasakan seperti kesetrum.


·                 Kesimpulan
Pada saat  elektroda di letakkan dibagian yang sakit akan mengalami respon itu di karenakan tens merupakan salah satu metode  yang digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri dan mengandung stimulasi listrik sehingga pada saat elektroda  di letakkan pada tubuh akan terasa seperti kesetrum karena tubuh manusia juga mengandung arus listrik.


·                 DaftarPustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar