CARA
MENGGUNAKAN TENS KEPADA PASIEN
D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
NAMA
: Tri Marceline Pratiwi Samson
NIM : 18170021
PRODI
: D3 – Fisioterapi
·
Tujuan
v Mengetahui
cara penggunaan TENS
v Mengetahui
efek yang terjadi saat pemakaian TENS
v Menngetahui
efek setelah pemakaian TENS
·
DasarTeori
TENS
merupakan singkatan dari (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation yang
jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti Stimulasi Syaraf dengan Listrik melalui
kulit. TENS merupakan salah satu metode untuk menghilangkan rasa nyeri. Alat
yang digunakan secara umum terdiri dari sumber pembangkit listrik dengan energi
yang berasal dari baterai, beberapa kabel penghubung dan elektrode.
Terapi
menggunakan TENS dilakukan dengan cara meletakkan elektrode yang terhubung dengan
sumber energy pada kulit baik di area nyeri atau area yang lain di sepanjang jalu
rperjalanan syaraf. Elektrode akan mengeluarkan aliran listrik dengan daya sebesa
rmili ampere. Mekanisme kerja TENS dalam mengurangi rasa nyeri masih menjadi perdebatan
para ahli. Dua mekanisme yang paling mungki nadalah sensasi yang ditimbulkan dari
stimulus ilistrik pada serabut syaraf yang terletak di kulit akan menutupi sensasi
nyeri yang hendak dikirimkan keotak melalui serabut syaraf tersebut. Mekanisme
yang kedua adalah rangsangan listrik pada kulit dan serabu tsyaraf akan menyebabkan
tubuh mengeluarkan zat endorphin. Endorphin merupakanzat yang menyerupai
morphine tetapi diproduksi secara alami oleh tubuh. Mekanisme ini juga terjadi pada
terapi seperti akupuntur, pemijatan, kerokdan lain-lain.
Pada
akhir-akhir ini, terapi TENS mulai banyak digunakan di masyarakat untuk menghilangkan
berbagai rasa nyeri. Penggunakan paling sering adalah pada nyeri pinggang bawah.
Pada cedera olahraga, terapi TENS juga mulai mendapatkan tempat bagi rehabilitasi
cedera seorang atlet. Alasan yang paling utama adalah karena sedikitnya resiko terjadi
efek samping jika digunakan pada jangka waktu yang lama. Terapi TENS tidak menyebabkan
ketergantungan, tidak menyebabkan rasa kantuk dan tidak menyebabkan gangguan
organ seperti halnya obat –obatan jika digunakan jangka panjang. Namun terapi ini
tetap memiliki kekurangan yang harus tetap menjadi perhatian. Karena menggunakan
stimulasi listrik maka tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki alat pacu
jantung. Efek samping yang paling sering
pada terapi TENS adalah iritasi pada jaringan kulit tempat menempelnya elektrode.
Teknik
ini dapat dilakukan di klinik oleh
professional medis atau dapat dilakukan di rumah oleh si pasien yang telah membeli peralatan
TENS. Indikasi utama TENS adalah untuk manajemen nyeri akut dan nyeri kronik
non-keganasan. Tetapi, TENS juga digunakan sebagai terapi paliatif untuk mengurangi
rasa nyeri yang disebabkan oleh penyakit tulang metastase dan neoplasma.
Berkaitan
dengan penanganan cedera olahraga, terapi TENS sangat cocok diberikan pada olahragawan
berusia lanjut. Pemberian terapi TENS akan menjadi maksimal jika dilakukan di
klinik dengan pengawasan dokter rehabilitasi medik. Untuk mendapatkan hasil
yang maksimal terapi TENS biasanya akan dikombinasi dengan terapi-terapi yang
lain. Hal ini juga bermanfaat untuk mengurangi resiko efek samping jika hanya menggunakan
satu macam metode saja.
·
Alat
dan bahan
§ TENS
§ Elektroda
§ Menyiapkan
tempat duduk
·
Cara
kerja
a. Menyiapkan
TENS
b. Pastikan
pasien sudah bebas dari lotin yang dipakai
c. Tempelkan
elektroda positif dan negative kebagian yang sakit
d. Hidupkan
alat TENS
e. Fisioterapis
menentukan waktu terapi yang akan digunakan kepada pasien
f.
Selalu bertanya tetang apa yang pasien rasakan
dalam terapi
g. Tunggu
sampai waktunya habis dan sambil lihat reaksi pasien
h. Jika
waktu sudah berhenti angkat dan matikan alat tens
i.
Tanya kepada pasien apakah sudah lebih baik
atau sebaliknya
·
Pembahasan
TENS merupakan singkatan
dari Transcutaneus Electrical Nerve
Stimulation. Alat yang satu ini dipakai guna memberikan rangsangan pada syaraf lewat
arus listrik yang dialirkan pada kulit. Akan tetapi arus listrik yang digunakan tentunya arus listrik yang rendah, jadi
tidak pembahayakan penggunanya.
TENS mempunyai fungsi untuk
mengurangi rasa nyeri yang di
derita oleh pasien. Dari namanya saja juga sudah dapat sedikit dipahami jika fungsinya
adalah menstimulasi. Syaraf yang distimulasi menggunakan TENS ialah syaraf yang bermielin tebal, yang memperlambat syarad penghantar nyeri .
Pada dasarnya tidaklah lain dengan memakai alat fisioterapi yang satu ini maka syuaraf
penghantar rasa nyeri dapat di halang sehingga rasa nyeri pada penderita akan berkurang dan bahkan
hilang. TENS digunakan untuk fisioterapi
bagi pasien yang mengalami masalah nyeri namun tidak kunjung sembuh.
Atau juga sembuh saat setelah minum obat saja seperti yang biasa di temui pada masalah nyeri lutut,
nyeri sendi, nyeri pinggang ataupun yang lainnya. Nah, apakah pemakaian TENS
dalam jangka waktu yang lama membahayakan ?Tidak, hingga sekarang belum
terdapat efek samping yang membahayakan dalam pemakaian fisioterapi dengan
TENS. Bahkan menariknya adalah alat fisioterapi yang satu ini disarankan untuk dimiliki sendiri
oleh para ahli fisioterapis untuk menangani pasien-pasiennya
yang mengeluhkan gangguan berupa nyeri yang tidak
sembuh-sembuh.
Beberapa
percobaan yang di lakukan :
·
Pada saat Elektrode di letakan di bagian
lutut probandus tersebut merasakan reaksi bahwa lututnya seperti kesetrum
·
Pada percobaan selanjutnya Elektrode di
letakkan di bagian tangan probandus dan reaksi yang di rasakan sama seperti
kesetrum namun, pada beberapa saat kemudian terjadi respon fleksi dan ekstensi
di karenakan Tens menyampaikan berbagai
informasi sensoris ke system saraf pusat.
·
Pada percobaan selanjutnya Elektrode di
letakkan di bagian leher probandus dan reaksi yang di timbulkan adalah terjadi
respon elevasi dan depresi di karenakan Tens menyampaikan berbagai informasi
sensoris ke system saraf pusat.
·
Percobaan yang terakhir Elektrode di
letakkan di bagian metacarpal dan respon yang terjadi jari jari probandus
mengalami reflex yang menimbulkan jari membengkok itu di karenakan Tens
menyampaikan berbagai informasi sensoris ke system saraf pusatt.
Dari
semua penjelasan di atas sudah diketahui bahwa
di dalam tubuh kita terdapat
aliran listrik karena pada saat elektrode di letakkan pada bagian yang
sakit merasakan seperti kesetrum.
·
Kesimpulan
Pada saat elektroda
di letakkan dibagian yang sakit akan mengalami respon itu di karenakan tens
merupakan salah satu metode yang
digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri dan mengandung stimulasi listrik sehingga
pada saat elektroda di letakkan pada tubuh
akan terasa seperti kesetrum karena tubuh manusia juga mengandung arus listrik.
·
DaftarPustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar