1.Thalasemia
Thalasemia merupakan penyakit yang
menyebabkan hemoglobin tidak berfungsi normal. Kadar oksigen pada
penderita thalasemia rendah karena hemoglobin yang fungsinya untuk
mengangkut oksigen juga rendah. Peluang anak mewarisi penyakit ini dari
orangtuanya adalah 25%.
Gejala : sakit kuning, mudah lelah, pucat, berat badan rendah, perut membengkak.
Penyebab : adanya mutasi DNA yang memproduksi hemoglobin.
Pencegahan : sebelum menikah
sebaiknya melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah
yang bersangkutan merupakan pembawa sifat penyakit thalasemia sehingga
dapat mencegah mewariskan keturunan pada anaknya kelak.
2.Huntington
Penyakit Huntington merupakan penyakit
yang banyak diderita oleh orang Eropa. Penyakit keturunan ini tidak
dapat disembuhkan dan menyebabkan merosotnya kemampuan sel saraf di otak
sehingga mempengaruhi kemampuan kognisi dan koordinasi otot. Peluang
anak mewarisi penyakit ini dari orangtuanya adalah 50%.
Gejala : gangguan kognitif, gangguan pergerakan, gangguan kejiwaan
Penyebab : adanya gen Huntington yang cacat.
Pencegahan : melakukan tes
genetik sebelum melakukan pernikahan atau melakukan fertilisasi in vitro
dan mengambil embrio yang negatif penyakit Huntington.
3.Hemofilia
Hemofilia merupakan penyakit keturunan
yang tergolong langka. Hemofilia adalah penyakit darah sukar membeku,
hal ini menyebabkan penderitanya akan mengalami pendarahan yang
berlebihan bahkan oleh luka kecil sekalipun. Penyakit ini tidak dapat
disembuhkan dan lebih banyak terjadi pada laki-laki.
Gejala : muncul banyak memar yang besar, ada darah dalam urine atau tinja, nyeri sendi, pendarahan yang berlebihan.
Penyebab : kekurangan komponen zat yang sangat penting dalam proses pembekuan darah.
Pencegahan : melakukan tes pada
pasangan sebelum menikah atau sebelum kehamilan. Bila telah menderita
hemofilia, usahakan untuk meminimalisir terjadinya pendarahan sekecil
apapun.
Penyakit Canavan merupakan penyakit keturunan yang dapat menyebabkan gangguan sistem saraf dan otak. Gejala penyakit ini mulai terlihat saat bayi berusia 2-3 bulan. Penyakit ini banyak diderita oleh orang Eropa Timur terutama etnis Yahudi.
Gejala : Pembesaran ukuran kepala, gangguan saraf motorik, gangguan intelektual, kelemahan otot, kejang, bahkan kebutaan.
Penyebab : Adanya defisiensi aspartoacylase karena mutasi gen.
Pencegahan : melakukan tes pada pasangan sebelum kehamilan atau uji prenatal sehingga dapat dilakukan tindakan.
5.Asma
Penyakit asma dapat disebabkan salah
satunya oleh faktor keturunan. Penyakit ini dapat dikendalikan bahkan
dapat disembuhkan bila cepat diketahui sehingga cepat ditangani.
Penyakit ini lebih banyak diwariskan dari Ibu daripada oleh Bapak.
Gejala : suara mengi saat bernapas, dada sesak seperti ditekan, sesak napas bahkan seperti hampir kehabisan napas.
Penyebab : Faktor genetik, faktor lingkungan yang penuh polusi udara, faktor merokok.
Pencegahan : menghindari
lingkungan dengan kualitas udara yang buruk, tidak merokok, dan segera
periksa ke dokter bila menemui gejala-gejala asma.
Penyakit Angelman merupakan penyakit keturunan yang banyak diderita oleh masyarakat Amerika. Penyakit ini disebut juga Happy Puppet Syndrome, hal
ini biasanya dintandai pada bayi yang selalu tersenyum dan terlihat
bahagia bahkan tidak pernah menangis. Kondisi ini yang menyebabkan
orangtua baru menyadari bayinya mengidap penyakit Angelman pada usia
6-12 bulan. Bila tidak disadari maka akan menyebabkan cacat
perkembangan.
Gejala : sering tersenyum dan tertawa, sering menjulurkan lidah, keseimbangan tubuh kurang, epilepsi.
Penyebab : gen Ibu terutama pada kromosom 15 tidak aktif atau terdapat dua salinan gen Ayah yang diwariskan seharusnya satu Ayah, satu Ibu.
Pencegahan : menyadari sedini mungkin ketidaknormalan pada anak sehingga dapat segera ditindaklanjuti dengan terapi-terapi.
7.Diabetes
Diabetes atau disebut juga penyakit
kencing manis terjadi karena kadar gula darah jauh diatas normal.
Diabetes dapat diwariskan dari orangtuanya terutama dari Ayah. Penyakit
ini di Indonesia termasuk tinggi jumlahnya bahkan Indoenesia masuk 10
negara yang penduduknya banyak mengidap penyakit diabetes.
Gejala : sering haus, luka yang sembuhnya lama, berat badan turun drastis tanpa sebab, air seni mengandung keton, sering infeksi.
Penyebab : ketidakmampuan tubuh
memproduksi hormon insulin yang dapat mengubah glukosa menjadi energi.
Jika glukosa tidak diubah menjadi energi maka akan menyebabkan kadar
gula darah naik.
Pencegahan : menjaga pola makan yang sehat dan selalu memantau kadar gula darah.
Anemia sel sabit merupakan penyakit
keturunan yang ditandai bentuk sel darah merah seperti bulan sabit, yang
seharusnya berbentuk bulat. Kelainan bentuk sel darah merah ini
menyebabkan pasokan oksigen ke seluruh tubuh terhambat sehingga memicu
kerusakan jaringan dan organ-organ tubuh lainnya. Kemungkinan anak
mewarisi penyakit ini dari orangtuanya secara positif adalah 25%.
Gejala : penyakit kuning, bengkak pada tangan dan kaki, pertumbuhan terhambat.
Penyebab : mutasi pada gen hemoglobin.
Pencegahan : segera dibawa ke
dokter bila menemui gejala-gejalanya untuk segera mendapat tindak
lanjut, melakukan perubahan gaya hidup sehat, minum banyak air.
9.Alergi
Alergi ada bermacam-macam misalnya
alergi makanan, debu, dingin dan sebagainya. Faktor penyebab alergi
paling besar adalah karena keturunan, yang lainnya karena lingkungan
hingga gaya hidup. Bila salah satu orangtua mengidap alergi, maka
kemungkinan 30% anaknya mewarisi penyakit alergi tersebut.
Gejala : gatal dan bengkak, kejang perut, muntah hingga diare berat karena alergen misal makanan, debu, suhu dingin, dsb.
Penyebab : faktor keturunan, gaya hidup dan lingkungan.
Pencegahan : menghindari alergen (penyebab alergi), mengkonsumsi antihistamin bila terkena alergi.
10.Ginjal Polikistik
Ginjal polikistik merupakan penyakit
kelainan bawaan, yaitu adanya kista yang berkembang pada ginjal. Kista
pada ginjal ini berisi cairan yang makin lama makin membesar. Seiring
bertambahnya usia maka kondisi ginjal semakin parah dan dapat menyerang
organ lain antara lain pankreas, hati, jantung dan otak.
Gejala : bengkak pada perut, nyeri punggung, tekanan darah tinggi, urine mengandung darah, gagal ginjal.
Penyebab : kecacatan pada gen.
Pencegahan : mengontrol tekanan darah yaitu dengan gaya hidup sehat, olahraga rutin, menjaga berat badan.
Albino merupakan penyakit keturunan yang
menyebabkan penderitanya tidak memiliki warna kulit akibat tubuh tidak
dapat menghasilkan melanin. Meski albino, namun secara fisik normal
semuanya. Orang yang menderita albino belum tentu anaknya juga akan
albino. Anak albino lebih banyak diwarisi dari orangtua pembawa sifat
(carrier) albino.
Gejala : mata juling, kebutaan fungsional, tidak ditemukan pigmen pada mata, kulit dan rambut.
Penyebab : tubuh tidak mampu menghasilkan melanin (pigmen warna)
Pencegahan : sebaiknya
melakukan tes DNA untuk mengetahui apakah kemungkinan keturunannya akan
albino atau tidak. Untuk penderita albino disarankan untuk tidak
berlama-lama dibawah sinar matahari karena akan menyebabkan kanker
kulit.
Buta warna merupakan gangguan
penglihatan yang menyebabkan penderitanya mengalami kekurangan kemampuan
dalam membedakan warna-warna. Buta warna terjadi sejak lahir karena
diturunkan dari orangtuanya. Buta warna tidak dianggap sebagai penyakit
serius. Buta warna lebih banyak terjadi pada laki-laki daripada
perempuan.
Gejala : tidak mampu membedakan gradien warna merah dan hijau.
Penyebab : adanya gangguan pada pigmen reseptor penglihatan warna. Faktor genetik, penyakit, usia, bahan kimia.
Pencegahan : bila karena faktor
keturunan tidak dapat diatasi, namun bila faktor lainnya maka dapat
segera diatasi dengan tindakan medis sebelum terjadi buta warna.
Botak bukan merupakan penyakit serius
namun sering manjadi gangguan karena menyebabkan rambutnya habis. Banyak
faktor penyebab kebotakan, namun ternyata paling banyak kasus botak
adalah faktor keturunan.
Gejala : tepi rambut rontok semakin menjauhi dahi, terjadi penipisan di bagian atas rambut.
Penyebab : faktor keturunan, penyakit, stress dan obat-obatan.
Pencegahan : rawat rambut dengan baik, jalani pola hidup sehat, tidak memperlakukan rambut dengan berlebihan, hindari stress.
Referensi :
alodokter.com, hellosehat.com, klikdokter.com, dokter.id, health.detik.com
https://gravitime.net/2018/09/penyakit-keturunan-pada-manusia.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar