Kamis, 06 Desember 2018

jenis manipulasi dalam massage

manipulasi adalah gerakan-gerakan masseur pada tubuh pasien saat melakukan massage. gerakan-gerakan tersebut antara lain.

Effleurage

Effleurage atau nama lainnya menggosok adalah gerakan pijatan ringan yang berirama yang dilakukan pada seluruh permukaan kulit tanpa terjadi gerakan otot bagian dalam. Gerakan pijatan effleurage ini menggunakan seluruh permukaan telapak tangan dan jari untuk menggosok daerah tubuh yang akan dipijat dengan gerakannya tetap dan tekanan yang di berikan searah dengan aliran darah balik. Tujuan pijatan effleurage ini adalah memperlancar peredaran darah dan cairan getah bening sehinggga tubuh terasa lebih baik dari sbelumnya, sehat dan bugar kembali.




Petrisage merupakan suatu manipulasi pada otot dimana dilakukan dengan mengangkat dan memeras otot secara pelan dan hati-hati atau pengertian lainnya yaitumanipulasi yang  terdiri dari perasan, tekanan, atau pengangkatan otot dan jaringan dalam. Efek petrissage dapat mempengaruhi saraf motorik. Efek petrissage sangat berguna pada saat terjadi kelelahan otot. Petrissage (memijat) yaitu dilakukan dengan memeras atau memijat otot-otot serta jaringan penunjangnya, dengan gerakan menekan otot kebawah dan kemudian meremasnya, yaitu dengan jalan mengangkat seolah-olah menjebol otot keatas. Tujuan dari petrissage yaitu untuk mendorong aliran darah kembali kejantung dan mendorong keluar sisa-sisa pembakaran.


Friction atau menggerus merupakan gerakan menggerus yang arahnya naik dan turun secara bebas. Pijatan friction ini menggunakan ujung jari atau ibu jari dengan menggeruskan melingkar seperti spiral pada bagian otot tertentu. Tujuan dari pijatan friction ini adalah membantu menghancurkan myloglosis, yaitu timbunan sisa-sisa pembakaran energy atau asam laktat yang terdapat pada otot yang menyebabkan otot menjadi keras.
Shaking atau menggocangkan adakah salah satu teknik massage yang sering di pakai oleh para olahragawan  agar otot-ototnya kembali releks sehingga mempermudahkan jalannya sirkulasi darah didalam tubuh. 
Pelaksanaanya massage ini adalah dengan jari-jari membengkok, misalnya bagian bawah dan atas  pada bagian yang berotot, lengan atas dan lengan bawah, paha atau betis yang dilakukan dengan gerakan-gerakan ke samping, ke atas dan ke bawah. Manipulasi ini dilakukan dengan irama yang hidup serta tangan berpindah-pindah dan berdekatan.
Pengaruh mekanis dari manipulasi shaking adalah jika dilakukan dengan baik, goncangan ini akan melemaskan otot-otot dan menambah fleksibilitas jaringan-jaringan.
Pengaruh fisiologis adalah merangsang dan memberikan desakan ke dalam, terutama pada organ tubuh bagian perut dan dada, serta mengendurkan, melemaskan, dan mengulur bagian lunak yang menyebabkan lancarnya peredaran darah dan meningkatkan kerja syaraf.

Tapotement
Tapotement merupakan gerakan pukulan ringan yang dilakukan secara berirama yang ditujukan pada bagian yang berdaging. Tujuannya adalah mendorong atau memudahkan sirkulasi darah dan mendorong keluar sisa-sisa pembakaran dari tempat persembunyiannya. Tapotement/memukul yaitu dengan kepalan tangan, jari lurus, setengah lurus atau dengan telapak tangan yang mencekung, dengan dipukulkan ke bagian otot-otot besar seperti otot punggung. Tujuannya yaitu untuk merangsang serabut saraf tepi dan merangsang organ-organ tubuh bagian dalam. 


Walken
Walken merupakan variasi dari manipulasi effleurage da hanya digunakan untuk daerah-daerah tertentu, seperti pinggang punggung, yang bertujuan untuk lebih menyempurnakan pengambilan sisa-sisa pembakaran oleh darah dan segera dapat dibawa ke jantung.
Gerakan tangan ketika memijat adalah menggosokkan dengan menggunakan seluruh telapak tangan dan jari-jari, bergerak maju mundur bergantian antara tangan kanan dan kiri. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal lebih baik tekanan pada saat menggosok lebih kuat atot-aoto betul-betul tertekan dan terperas.

Vibrition
Vibration merupakan teknik pijat dengan menggertarkan, teknik vibriton ini hampir sama prakteknya seperti teknik shaking yaitu menggoncangkan. Teknik vibrition ini menggunakan ujung-ujung jari atau seluruh tapak tangan. Getaran yang terjadi diakibatkan oleh kontraksi isometri dari otot-otot lengan bawah dan lengan atas, yaitu kontraksi otot tanpa pemendekan,  maka merupakan manipulasi yang berat.
Pelaksanaannya seperti gerakan bergetar halus. Tujuan untuk merangsangi syaraf secara halus dan lembut, dengan maksud untuk menenangkan atau melemahkan rangsang yang berkelebihan pada syaraf yang dapat menimbulkan ketegangan.
Skin Rolling 
Skin Rolling adalah teknik memijat melipat kulit dengan hanya menggunakan jari-jari tangan yang dilakukan secara berurutan dari bawah samapai ke atas. Tujuan nya adalah untuk melonggarkan atau memisahkan kembali lengketan kuliat dengan jaringan dibawahnya, lengketan ini sering terjadi pada bagian kuliat yang terasa kedinginan, karana mendapatkan tekanan, bekas terjadinya cedera atau karna kurang lancarnya sirkulasi peredaran darah didalam tubuh. Dengan kulit dilipat dan kemudian berjalan berurutan maka lengketan sedikit demi sedikit akan berkurang dan hilang , sehingga peredaran darah akan kembali berfungsi normal.
Stroking
Pada dasarnya teknik dasar stroking ini hamper sama dengan teknik dasar effleurage hanya saja sedikit berbeda tujuan. Pelaksanaan teknik ini adalah menggunakan ujung-ujung jari, terutama tiga jari tengah, atau hanya ibu jari tergantung dari daerah yang akan dimassage.  Mirip dengan manipulasi effleurage, hanya dibedakan mengenai arah gerakan yang dilakukan serta tujuan yang dicapai.  Stroking dilakukan dengan arah yang tidak menentu, yaitu dari bawah ke atas dan sebaliknya, kesamping kiri atau kanan menyusuri sela-sela iga atau diantara lekuk-lekuk tulang yang lain. Sedang effleurage adalah gerakan yang selalu menuju ke arah jantung.memberi efek menenangkan, mengurangi rasa sakit mempengaruhi syaraf-syaraf tepi dan menghilangkan kekejangan otot.

 

DEBIT ALIRAN FLUIDA SEBAGAI FUNGSI DARI JARI-JARI PEMBULUH, TEKANAN FLUIDA DAN VISKOSITAS FLUIDA


1.     Tujuan
Agar mahasiswa dapat menemukan hubungan antara:
a.     Debit aliran fluida dengan jari-jari pembuluh
b.     Debit aliran fluida dengan tekanan fluida
c.      Debit aliran fluida dengan viskositas fluida

2.     Alat dan Bahan
a.     Bejana berpancuran
b.     Pembuluh karet/palstik dengan beberapa ukuran jari-jari
c.      Gelas ukur
d.     Stopwatch
e.      Air
f.       Sirup

3.     Dasar Teori
Fluida adalah suatu zat yang bisa mengalami perubahan-perubahan bentuknya secara continue/terus-menerus bila terkena tekanan/gaya geser walaupun relatif kecil atatu bisa juga dikatakan suatu zat yang mengalir, kata fluida mencakup zat cair, gas, air, dan udara karena zat-zat ini dapat mengalir.Sebaliknya batu dan benda2 keras (seluruh zat-zat padat tidak dapat dikategorikan sebagai fluida karena zat-zat tersebut tidak bisa mengalir secara continue).Fluida adalah gugusan yang tersusun atas molekul2 dengan jarak pisah yang cukup besar  untuk gasdan jarak pisah yang cukup kecil untuk zat cair. Molekul2 tersebut tidak dapat terikat pada suatu sisi, melainkan zat-zat tersebut saling bergerak bebas terhadap satu dengan yang lainnya.Fluida merupakan salah zat-zat yang bisa mengalir yang mempunyai partikel kecil sampi kasat mata dan mereka dengan mudah untuk bergerak serta berubah-ubah bentuk tanpa pemisahan massa. Ketentalan fluida terhadap perubahan bentuk sangat kecil shingga fluida dapat dengan mudah mengikuti bentuk ruang. Fluida adalah benda yang dapat mengalami perubahan bentuk secara terus menerus karena gaya gesek yang bekerja terhadapnya.
Fluida di bagi menjadi2 bagian di antaranya adalah
 1.  Fluidan ststis (fluida yang diam)
 2.  Fluida dinamis (fluida yang bergerak.
Hokum Poiseuille
D=πr4(P1-P2)/8ηL
D = debit aliran = volume aliran/waktu
r = jari-jari pembuluh
 = selisih tekanan fluida
η = viskositas (kekentalan) fluida
L= panjang pembuluh
Satuan viskositas = n s/m2 =Pa.s=pas
Viskositas air = 1 mili pas
Viskositas darah= 1-3 mili pas
Dari hokum poiseuille terlihat adanya hubungan berikut.
a.     Debit berbanding lurus dengan pangkat empat jari-jari pembuluh
b.     Debit berbanding lurus dengan selisih tekanan fluida
c.      Debit berbanding terbalik dengan viskositas fluida
d.     Debit berbanding terbalik dengan panjang pembuluh
Dalam konteks medis, hokum ini dapat diterapkan untuk mengkaji hubungan antara debit aliran darah dengan jari-jari pembuluh darah, tekanan darah dan viskositas darah. Jari-jari pembuluh dapat diubah-ubah dengan mengganti pembuluh dari berbagai ukuran. Selisih tekanan fluida merupakan selisih tekanan hidrostatis fluida pada posisi lubang pancuran dan pada posisi permukaan fluida dalam bejana berpancuran. Jika selisih tinggi fluida pada kedua posisi itu adalah h, maka selisih tekanan hidrostatis, P= dimana  adalah massa jenis fluida,  adalah percepatan gravitasi dan  adalah tinggi fluida.
Viskositas fluida dapat diubah-ubah dengan mengganti konsentrasi larutan fluida. Untuk itu dalam percobaan ini, air akan ditambahkan sirup dengan berbagai konsentrasi.
4.     Prosedur Percobaan
a.       Debit sebagai fungsi jari-jari pembuluh
·        Bejana berpancuran diisi air sampai hampir penuh. Kran pancuran masih tertutup. Ukur tinggi air dalam bejana.
·        Pembuluh dengan ukuran jari-jari tertentu, dihubungkan ke pancuran. Gelas ukur dipasang pada ujung pembuluh untuk menampung air yang keluar dari pembuluh.
·        Tutup pancuran dibuka, bersamaan dengan stopwatch diaktifkan.
·        Setelah selang waktu tertentu, (sebelum gelas ukur penuh), stopwatch dimatikan.
·        Amati dan catat volume air yang tertampung dalam gelas ukur.
·        Ulangi kegiatan 1 sampai dengan 5 diatas, dengan mengganti-ganti ukuran jari-jari pembuluh.
·        Catat data yang diperoleh pada lembar data D = f(r)

b.      Debit sebagai fungsi tekanan fluida
Lakukan kegiatan seperti pada prosedur A, dengan mengubah-ubah tinggi air dalam bejana berpancuran. Jari-jari pembuluh tetap (pilih salah satu pembuluh). Catat data yang diperoleh pada lembar data D=f(P)
c.       Debit sebagai fungsi viskositas fluida
Lakukan kegiatan seperti pada prosedur A, dengan megubah-ubah viskositas fluida. Jari-jari pembuluh tetap (pilih salah satu pembuluh). Tinggi fluida juga tetap. Catat data yang diperoleh pada lembar data D=f(η )

5.     Data
a.     Data D = f(r)
No.
r (cm)
V(cm3)
Waktu/t (s)
Debit/D (cm3 /s)
1.
Kecil
200ml
22,9 s
8,73 cm3 /s
2.
Sedang
200 ml
12 s
16 cm3 /s
3.
Besar
200 ml
9,6 s
20, 03 cm3 /s
b.     Data D = f(P)
No.
h (cm)
V (cm3)
            t (s)
Debit/D (cm3 /s)
1.
11 cm
1200 ml
13,2 s
96,90 cm3/s
2.
14 cm
1600 ml
11,8 s
135.59 cm3/s
3.
17 cm
2000 ml
9,8 s
 204,08 cm3/s
c.      Data D=f(η )
No.
Konsentrasi (
Volume/V (cm3)
Waktu/t (s)
Debit/D (cm3 /s)
1.
Tanpa Sirup
500 ml
15,1 s
33,11 cm3 /s
2.
Sirup Cair
500 ml
13,5 s
37,03 cm3 /s
3.
Sirup Kental
500 ml
16 s
  31,25 cm3 /s

6.     Analisis data
·        Debit terhadap jari-jari
*  Debit selang kecil = 8,73 cm3/s
*  Debit selang sedang = 16 cm3/s
*  Debit selang besar = 20,03 cm/s
·        Debit terhadap tekanan
*  Debit rendah = 96,90 cm3/s
*  Debit sedang = 135,59 cm3/s
*  Debit tinggi = 204, 08 cm3/s
·        Debit terhadap konsentrasi
*  Debit tanpa sirup= 33,11 cm3/s
*  Debit sirup cair = 37,03 cm3/s
*  Debit sirup kental = 31,25 cm3/s
7.     Kesimpulan
Fluida Statis adalah fluida yang berada dalam fase tidak bergerak (diam) atau fluida dalam keadaan bergerak tetapi tak ada perbedaan kecepatan antar partikel fluida tersebut atau bisa dikatakan bahwa partikel-partikel fluida tersebut bergerak dengan kecepatan seragam sehingga tidak memiliki gaya geser.
Hukum Poiseuille menyatakan bahwa cairan yang mengalir melalui saluran pipa akan berbanding langsung dengan penurunan tekanan sepanjang pipa dan pangkat empat jari-jari pipa.
Jadi rumus diatas dapat dinyatakan :
volume/detik = tekanan/tahanan

Ada 4 faktor yang mempengaruhi laju alir zat cair pada pembuluh, yaitu:
 1.  Panjang pembuluh
 2.   Diameter pembuluh
3.   Viskositas / kekentalan zat cair
4.  Tekanan
Dalam konteks medis, hukum ini dapat di terapkan untuk mengkaji hubungan antara debit aliran darah dengan jari-jari pembuluh darah, tekanan darah dan viskositas darah.
·         Pembuluh darah kecil→kecepatan aliran meningkat→tekanan besar→kerja jantung meningkat→hipertensi.
·         Darah kental→gesekan terhadap dinding pembuluh membesar→tekanan besar→kerja jantung meningkat→hipertensi.

8.     Pertanyaan/tugas
a.     Apa yang dapat terjadi jika seseorang mengalami gejala penyempitan pembuluh darah?
=yang dapat terjadi jika seseorang mengalami gejala penyempitan pembuluh darah adalah pasokan darah akan melambat, namun tekanannya akan lebih besar
b.     Bagaimana menentukan tekanan fluida pada dasar bejana berpancuran?
=Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang dialami oleh sebuah benda jika benda tersebut berada pada kedalama h dari permukaan air di dalam fluida. Besarnya tekanan hidrostatik itu bertambah besar menurut kedalamannya. Makin dalam kedalaman benda pada suatu fluida, maka benda tersebut mengalami tekanan hidrostatik yang makin besar juga. Tekanan hidrostatik ini menekan benda dari segala arah. Pada dasarnya tekanan hidrostatik adalah tidak lain dari tekanan akibat gaya berat sejumlah air yang berada diatas. Dengan menggunakan rumus P = ρ g h.
c.      Bagaimana menentukan konsentrasi sirup dalam air?
= konsentrasi
d.     Bagaimana hubungan antara konsentrasi dengan viskositas?
= Dengan semakin kentalnya yang melewati pembuluh, semakin besar gesekan terhadap dinding pembuluh dan sebagai konsekuensinya, diperoleh tahanan semakin besar. Kekentalan ini penting untuk mengetahui konsentrasi sel darah merah. Pada darah normal, kekentalan sebasar 3,5 kali air. Apabila konsentrasi darah satu setengah dari darah normal, kekentalan menjadi dua kali air dan apabila konsentrasi darah meningkat mencapai 70 kali di atas normal maka kekentalan darah mencapai 20 kali air. Dengan alasan demikian, aliran darah pada penderita anemia adalah cepat oleh karena konsentrasi sel darah merah sangat rendah. Sebaliknya pada penderita Polycythemia (kadar sel darah merah meningkat) aliran darah sangat lamban.

e.      Menurut hasil percobaan anda, bagaimana hubungan antara;
a.       D dengan r
= Jari-jari pembuluh merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap debit. Kalau jari-jari pembuluh menjadi ½ r, maka debitnya menjadi 1/16 debit semula.  Maksudnya aliran debit makin cepat pada pembuluh dengan jari-jari yang besar dan aliran tengah semakin tidak dipengaruhi oleh zat cair yang berada ditepi dekat dinding pembuluh. Hal ini berlaku terbalik dengan jari-jari pembuluh yang kecil.
b.      D dengan P
=Apabila tekanan zat cair/darah pada salah satu ujung pembuluh lebih tinggi dari ujung lainnya,maka zat cair/darah akan mengalir dari tekanan yang lebih tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Dengan demikian aliran zat cair/darah berbanding langsung terhadap perbedaan tekanan.
c.       D dengan η
=Vikositas adalah ukuran kekentalan suatu fluida atau juga bisa dikatakan vikositas adalah besaran yang menunjukan berapa besar diperlukan suatu gaya (tegangan geser) untuk menghasilkan pergeseran. Makin kental suatu fluida yang melewati pembuluh maka semakin besar gesekan terhadap dinding pembuluh, sehingga tahanan yang dihasikannya semakin besar.

9.     Aplikasi medis
Dalam konteks medis, hukum ini dapat di terapkan untuk mengkaji hubungan antara debit aliran darah dengan jari-jari pembuluh darah, tekanan darah dan viskositas darah. Hukum Poiseuille sangat berguna untuk menjelaskan mengapa pada
penderita usia lanjut mengalami pingsan (akibat tekanan darah meningkat);
mengapa daerah akral/ujung suhunya dingin.
Penderita usia lanjut pembuluh darahnya sudah banyak yang menyempit karena penyumbatan oleh lemak,kolesterol,kalsium yang mengendap dalam pembuluh darah.Pada aliran darah, makin kecil penampang pembuluh darah, makin besar kecepatan aliran darah yang menyebabkan makin besar tekanan yang dilakukan terhadap pembuluh darah. Hal ini meningkatkan kerja jantung dan menyebabkan pembekakan jantung dan berakhir pada hipertensi.
Semakin kental suatu zat, maka makin besar gesekan terhadap dinding pembuluh, akibatnya tekanan semakin besar. Jadi dengan memperkecil viskositas dapat memperbesar debit. Bagi penderita hipertensi ada obat yang memberikan efek pengurangan viskositas darah.
10.                        Perpustakaan