Selasa, 30 Oktober 2018

Sendi dalam manusia

   Sendi adalah daerah tubuh tempat dua tulang menyatu. Sendi dapat bergerak bebas, yang disebut sendi DIARTRODIAL, atau dapat tidak bergerak, yang disebut sendi SINARTRODIAL.
   Pada sendi diartrodial, dua ujung tulang tidak tersambung secara langsung, namun menyatu dalam kapsul sendi fibrosa yang mengelilingi dan menopang sendi. Terdapat dua lapisan kapsul sendi, yaitu lapisan luar dan lapisan membran dalam yang disebut sinovium atau membran sinovial. Membran sinovial menyekresi cairan licin, yang disebut cairan sinovial yang melumasi sendi. Membran sinovial juga menutupi tendon yang menghubungkan tulang dengan otot, dan ligamenyang menghubungkan tulang yang satu dengan tulang yang lainnya. Terdapat suplai vaskular yang berkembang dengan baik pada sinovium, yang dapat rusak pada trauma sendi sehingga menyebabkan pembengkakkan, memar, dan nyeri di sekitar sendi.Pada beberapa sendi, membran sinovial membentuk kantung yang tertutup diluar sendi, yang disebut bursa. Bursa di jumpai pada daerah tempat tulang menyatu secara fisik, atau ketika tendon melewati tulang. Bursa juga dapat mengalami inflamasi, kondisi disebut bursitis. Sebagian besar sendi pada tubuh adalah sendi diatrodial, termasuk sendi sakroiliaka, sendi interfalangeal, sendi panggul dan lutut, dan sendi bahu dan siku. Meskipun semua sendi diartrodial dianggap dapat bergerak, sebagian sendi ini lebih banyak bergerak dibandingkan sendi yang lain ( yaitu sendi sakroiliaka hampir terfiksasi, sedangkan sendi bahu dapat bergerak dalam beberapa arah yang berbeda).
    Pada sinartrosis tulang menyatu dengan jaringan penyambung, kartilago, ligamen atau tulang lain. Dengan demikian posisinya sangat terfiksasi. Contoh sinartrosis adalah sendi tulang tengkorak, iga dan diskus intervertebralis.

Cerita rakyat Sulawesi Selatan

KISAH PUTRI TANDAMPALIK

        Pada zaman dahulu kala, di sebuah daerah di Provinsi Sulawesi Selatan, berdiri sebuah kerajaan yang bernama Kerajaaan Luwu. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja atau datu yang bernama La Busatana Datu Maongge, atau sering dipanggil Raja Luwu atau Datu Luwu. Ia adalah seorang raja yang adil, arif dan bijaksana, sehingga rakyatnya hidup makmur dan sentosa. Datu Luwu mempunyai seorang putri yang cantik jelita dan berperangai baik, namanya Putri Tandampalik. Berita kecantikan dan perangai baiknya tersebar sampai ke berbagai negeri di Sulawesi Selatan.
         Pada suatu hari, Raja Bone ingin menikahkan putranya dengan Putri Tandampalik. Ia pun mengutus beberapa pengawal istana ke Kerajaan Luwu untuk melamar sang Putri. Sesampainya di istana Luwu, utusan tersebut disambut dengan ramah oleh Datu Luwu. “Ampun, Baginda! Kami adalah utusan Raja Bone,” lapor seorang utusan sambil memberi hormat kepada Datu Luwu. “Kalau boleh aku tahu, ada apa gerangan kalian diutus oleh Raja kalian ke istana kami?,” tanya Datu Luwu dengan penuh wibawa. “Ampun, Baginda! Perkenankanlah kami untuk menyampaikan lamaran Raja Bone untuk putranya kepada putri Baginda yang bernama Putri Tandampalik,” jawab utusan itu memberi hormat.
         Mendengar lamaran itu, Datu Luwu terdiam sejenak. Ia bingung untuk mengambil keputusan, menerima atau menolaknya, sebab dalam adat Kerajaan Luwu, seorang gadis Luwu tidak dibenarkan menikah dengan pemuda dari negeri lain. Akan tetapi, jika lamaran itu ditolak, ia khawatir akan terjadi perang yang sangat dahsyat antara dua kerajaan, sehingga membuat rakyat menderita. Setelah beberapa saat berpikir, Datu Luwu masih kebingungan untuk memberikan jawaban. “Wahai, Utusan! Perlu kalian ketahui, bahwa di Kerajaan Luwu ini berlaku sebuah hukum adat, yaitu seorang putri Luwuk tidak boleh menikah dengan pemuda dari negeri lain. Untuk itu, tolong sampaikan kepada raja kalian, supaya aku diberi waktu beberapa hari untuk memikirkan lamarannya tersebut,” ujar Datu Luwu. Utusan Raja Bone memahami dan mengerti keputusan Datu Luwu. Mereka pun kembali ke Kerajaan Bone untuk menyampaikan berita tersebut kepada Raja Bone.
        Keesokan harinya, tiba-tiba negeri Luwu geger. Putri Tandampalik terserang penyakit kusta. Sekujur tubuhnya mengeluarkan cairan kental yang berbau anyir dan sangat menjijikkan. Para tabib istana mengatakan bahwa Putri Tandampalik terserang penyakit menular yang sangat berbahaya. Berita tentang musibah yang menimpa sang Putri sudah tersebar ke seluruh negeri. Rakyat negeri Luwu sangat bersedih atas penyakit yang diderita oleh sang Putri yang mereka cintai itu. Setelah berpikir dan menimbang-nimbang, Datu Luwu memutuskan untuk mengasingkan putrinya ke suatu tempat yang jauh. Ia khawatir penyakit putrinya akan menular ke seluruh rakyatnya. “Putriku! Demi keselamatan seluruh rakyat di negeri ini, relakah engkau jika Ayah mengasingkanmu ke daerah lain?” tanya Raja Luwu pada putrinya. “Jika itu adalah jalan yang terbaik, Ananda menerima keputusan Ayah dengan senang hati,” jawab sang Putri menerima keputusan ayahnya dengan tulus.
Dengan berat hati, Datu Luwu terpaksa harus berpisah dengan putri yang sangat dicintainya itu. Berangkatlah sang Putri dengan perahu bersama beberapa pengawal istana. Sebelum berangkat, Datu Luwu memberikan sebuah keris pusaka kepada Putri Tandampalik sebagai tanda bahwa ia tidak pernah melupakan, apalagi membuang anaknya. Setelah mempersiapkan segala perbekalan yang dibutuhkan, berangkatlah mereka ke suatu daerah yang jauh dari Kerajaan Luwu. Berbulan-bulan sudah mereka berlayar tanpa arah dan tujuan.
          Pada suatu hari, tampaklah bagi mereka sebuah pulau dari kejauhan. “Lihat, Tuan Putri!” seru seorang pengawal sambil menunjuk ke arah pulau itu. “Akhirnya, kita pun menemukan pulau,” jawab sang Putri dengan perasaan lega. Para pengawal pun semakin cepat mengayuh perahunya mendekati pulau itu. “Wah, indah sekali pemandangan itu. Sepertinya pulau itu belum terjamah oleh manusia,” sahut pengawal yang lain dengan kagum.
         Tak berapa lama, sampailah mereka di pulau itu. Seorang pengawal yang lebih dahulu menginjakkan kakinya di pulau itu menemukan buah wajao. Pengawal itu kemudian memetik beberapa biji buah wajao untuk sang Putri. “Pulau ini kuberi nama Pulau Wajo. ” kata sang Putri saat menerima buah itu. Sejak saat itu, Putri Tandampalik beserta pengawalnya memulai kehidupan baru. Mereka hidup dengan penuh kesederhanaan. Meskipun demikian, mereka tetap bekerja keras penuh dengan semangat dan gembira. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, tak terasa satu tahun sudah mereka berada di tempat itu.
        Suatu waktu, Putri Tandampalik duduk di tepi danau yang terletak di tengah pulau itu. Tiba-tiba seekor kerbau putih menghampiri dan menjilati kulit sang Putri dengan lembut. Semula, sang Putri hendak mengusirnya. Tetapi, hewan itu tampak jinak dan terus menjilatinya. Akhirnya, ia diamkan saja. Sungguh ajaib! Setelah berkali-kali dijilat oleh kerbau itu, kulit sang Putri yang mengeluarkan cairan tiba-tiba hilang tanpa bekas. Kulit sang Putri kembali halus, mulus dan bersih seperti sediakala. Sang Putri terharu dan bersyukur kepada Tuhan, karena penyakitnya telah sembuh. Ia kemudian berpesan kepada para pengawalnya, “Mulai saat ini, aku minta kalian untuk tidak menyembelih atau memakan kerbau putih yang ada di pulau ini, karena hewan itu telah menyembuhkan penyakitku.” Permintaan sang Putri itu langsung dipenuhi oleh seluruh pengawalnya. Hingga kini, kerbau putih yang ada di Pulau Wajo dibiarkan hidup bebas dan beranak pinak. Kemudian oleh masyarakat setempat, kerbau putih tersebut disebut sebagai sakkoli.
       Pada suatu hari, pulau Wajo kedatangan serombongan pemburu. Mereka adalah Putra Mahkota Kerajaan Bone yang didampingi oleh Anreguru. Pakanranyeng, Panglima Kerajaan Bone, dan beberapa pengawalnya. Saking asyiknya berburu, Putra Mahkota Raja Bone tidak sadar kalau ia sudah terpisah dari rombongannya dan tersesat di hutan. Ia terus berteriak memanggil panglima dan para pengawalnya. “Panglimaaa…! Pengawaaal…! Aku di sini, kalian di mana…?” Berkali-kali sang Putra Mahkota berteriak, namun tidak ada jawaban. Menjelang malam, ia pun memutuskan untuk berstirahat di bawah sebuah pohon besar, karena kelelahan seharian berburu.
       Malam semakin larut, Putra Mahkota tidak dapat memejamkan matanya. Suara-suara binatang malam membuatnya terus terjaga dan gelisah. Di tengah gelapnya malam, tiba-tiba ia melihat seberkas cahaya dari kejauhan. Semakin lama, pancaran cahaya itu semakin terang. Ia sangat penasaran ingin mengetahuinya. Ia kemudian memberanikan diri untuk mencari sumber cahaya itu. Dengan tertatih-tatih, Putra Mahkota berusaha berjalan mengikuti kaki melangkah menelusuri gelapnya malam. Akhirnya, sampailah ia di sebuah perkampungan yang ramai dengan rumah-rumah penduduk. Setelah ia memasuki perkampungan itu, sumber cahaya itu semakin jelas terdapat di sebuah rumah yang nampak kosong. Dengan melangkah pelan-pelan, Putra Mahkota mendekati dan memasuki rumah itu. Alangkah terkejutnya ia ketika melihat seorang gadis yang cantik sekali bak bidadari sedang menjerang (memasak) air di dalam rumah itu. Gadis cantik itu tidak lain adalah Putri Tandampalik. “Ya, Tuhan! Mimpikah aku. Selama hidupku, baru kali ini aku melihat gadis secantik itu,” kata Putra Mahkota dalam hati dengan perasaan kagum.
        Putri Tandampalik yang merasa kedatangan tamu, tiba-tiba menoleh. Sang Putri tergagap, “Tampan sekali pemuda ini. Tetapi, siapa dia dan dari mana asalnya? Sepertinya dia bukan penduduk sini,” kata sang Putri dalam hati. Kemudian mereka berdua berkenalan. Dalam waktu singkat, keduanya sudah akrab. Putri Tandampalik sangat kagum dengan kehalusan tutur bahasa Putra Mahkota. Meski ia seorang calon raja, ia sangat sopan dan rendah hati. Sebaliknya, bagi Putra Mahkota, Putri Tandampalik adalah seorang gadis yang anggun dan tidak sombong. Kecantikan dan penampilannya yang sederhana membuat Putra Mahkota kagum dan langsung menaruh hati. Namun, Putra Mahkota tidak bisa berlama-lama di Pulau Wajo menemani Putri Tandampalik, karena ia harus kembali ke negerinya untuk menyelesaikan beberapa kewajibannya di Istana Bone.
       Sejak perjalanan dari Pulau Wajo sampai ke Kerajaan Bone, Putra Mahkota selalu teringat pada wajah cantik Putri Tandampalik. Ingin rasanya Putra Mahkota tinggal di Pulau Wajo. Anreguru Pakanyareng yang lebih dulu tiba di negeri Bone setelah berpisah dengan Putra Mahkota di Pulau Wajo, mengetahui apa yang dirasakan oleh putra rajanya itu. Ia sering melihat Putra Mahkota duduk termenung seorang diri di tepi telaga. Oleh karena tidak ingin melihat tuannya terus bersedih, maka Anreguru Pakanyareng segera menghadap dan menceritakan semua kejadian yang pernah mereka alami di Pulau Wajo. “Ampun, Baginda Raja! Hamba mengusulkan agar Paduka Raja segera melamar Putri Tandampalik,” usul Anreguru Pakanyareng. Setelah mendengar semua cerita dan usulan Anreguru itu, Raja Bone segera mengutus beberapa pengawalnya mendampingi Putra Mahkota untuk melamar Putri Tandampalik di Pulau Wajo.
      Sesampainya di pulau itu, Putri Tandampalik tidak langsung menerima lamaran Putra Mahkota. Ia hanya memberikan keris pusaka Kerajaan Luwu yang diberikan ayahnya ketika ia diasingkan. “Maaf, Tuan-tuan! Aku belum bisa menerima lamaran kalian. Bawalah keris ini kepada Ayahandaku. Jika Ayahandaku menerima keris ini berarti lamaran kalian diterima,” ujar sang Putri seraya menyerahkan keris pusaka itu. Setelah bermusyawarah dengan pengawalnya, Putra Mahkota memutuskan untuk berangkat sendiri ke Kerajaan Luwu. Perjalanan berhari-hari ia jalani penuh dengan semangat. Setibanya di Kerajaan Luwu, Putra Mahkota menceritakan pertemuannya dengan Putri Tandampalik dan menyerahkan keris pusaka itu pada Datu Luwu.
        Datu Luwu dan permasuri sangat gembira mendengar berita baik tersebut. Datu Luwu sangat kagum dengan perangai Putra Mahkota. Datu Luwu merasa bahwa Putra Mahkota adalah seorang pemuda yang gigih, bertutur kata lembut, sopan dan penuh semangat. Tanpa berpikir panjang lagi, Datu Luwu menerima keris pusaka itu dengan tulus. Hal ini berarti bahwa lamaran Putra Mahkota diterima. Tanpa menunggu lama, Datu Luwu dan permaisuri datang mengunjungi Pulau Wajo untuk menemui putri kesayangannya. Pertemuan Datu Luwu dengan putri tunggalnya sangat mengharukan. “Maafkan Ayah, Nak! Ayah telah membuangmu ke tempat ini,” Datu Luwu minta maaf sambil memeluk putrinya. “Tidak, Ayah! Justru Ayah harus bersyukur, karena rakyat Luwu terhindar dari penyakit menular yang menimpa diriku,” kata Putri Tandampalik.
      Beberapa hari kemudian, Putri Tandampalik menikah dengan Putra Mahkota Raja Bone di Pulau Wajo. Pesta pernikahan mereka berlansung sangat meriah. Seluruh keluarga dari dua Kerajaan Besar di Sulawesi Selatan itu sangat gembira dengan pernikahan tersebut. Putri Tandampalik dan Putra Mahkota hidup bahagia. Beberapa tahun kemudian, Putra Mahkota naik tahta. Ia menjadi raja yang arif dan bijaksana. Maka semakin bertambahlah kebahagiaan mereka.

Alat-alat Fisioterapi

heyyyy gengsss, saya mau ngasih tahu kalau di fisisoterapi mempunyi alat khusus untuk menterapi pasien. Simakkk ya...

1. SHORTWAVE DIATHERMY (SWD)

Pengertian SWD
Short Wave Diathermy (SWD) adalah Suatu alat terapi yang menggunakan pemanasan yang pada jaringan dengan merubah energi elektromagnet menjadi energi panas. Short Wave Diathermy biasa disebut dengan Diathermy gelombang pendek. Berfungsi untuk memanaskan jaringan dan pembuluh darah dengan gelombang pendek, sehingga peredaran darah menjadi lancar.

 
Tujuan Pemberian SWD
Memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, mengurangi spasme otot, membantu meningkatkan kelenturan jaringan lunak, mempercepat penyembuhan radang.
Penempatan/susunan elektroda
• Kontraplanar ; paling baik, penentrasi panas kejaringan lebih dalam, dipermukaan berlawanan dengan bagian terapi.
• Koplanar : elektroda berdampingan disisi sama dgn jarak elektroda adequat, pemanasan superficial, jarak antara ke2 elektroda >> lebar drpd elektroda
• Cross fire treatment ; ½ terapi diberikan dgn elektroda 1 posisi, ½ terapi diberikan elektroda posisi lain, pemanasan jaringan dlm seperti untuk organ pelvis
• Monoplanar : elektroda aktif diatas satu lesi, bila yang dituju local & dangkal

Indikasi SWD
Kondisi peradangan dan kondisi sehabis trauma (trauma pd musculoskeletal), adanya keluhan nyeri pd sistem musculoskeletal (kodisi ketegangan, pemendekan, perlengketan otot jaringan lunak), persiapan suatu latihan/senam (untuk gangguan pada sistem peredarah darah)

Kontraindikasi SWD
Keganasan, kehamilan, kecendrungan terjadinya pendarahan, gangguan sensibilitas, adanya logam di dalam tubuh, lokasi yang terserang penyakit pembuluh darah arteri.

Teknik aplikasi SWD
Pre pemanasan alat 5-10 menit, jarak antara elektroda dengan pasien 5-10 cm/1 jengkal, durasi 15-30 menit, intensitas sesuai dengan aktualitas patologi, posisikan pasien senyaman mungkin, terbebas dari pakaian dan logam, tes sensibilitas, pasang elektroda, pasien tidak boleh bergerak, intensitas dipertahankan sesuai dgn toleransi pasien.

2. MICROWAVE DIATHERMY (MWD)


Pengertian MWD
Suatu aplikasi terapeutik dengan menggunakan gelombang mikro dlm bentuk radiasi elektromagnetik yg akan dikonversi dalam bentuk dengan frekuansi 2456 MHz dan 915 MHz dengan panjang gelombang 12,25 arus yang dipakai adalah arus rumah 50 HZ, penentrasi hanya 3 cm,
salah satu modalitas fisioterapi yang bermanfaat untuk mengurangi nyeri, MWD cocok untuk jaringan superfical dan struktur artikuler yang dekat dengan permukaaan kulit. Salah satu tujuan utama dari terapi MWD adalah untuk memanaskan jaringan otot sehingga akan memberi efek relaksasi pada otot dan meningkatkan aliran darah intramuskuler.
Tujuan
1. Membantu meningkatkan sirkulasi limpatik dan sirkulasi darah lokal.
2. Membantu relaksasi otot dan meningkatkan elastisitas jaringan ikat yang letak kedalamannya kurang lebih 3 cm.
3. Membantu meningkatkan proses perbaikan jaringan secara fisiologis.
4. Membantu mengurangi rasa nyeri pada otot dan sendi.


Indikasi MWD
Selektif pemanasan otot (jaringan kolagen), spasme otot (efektif untuk sendi Inter Phalangeal, Metacarpal Phalangeal dan pergelangan tangan, Rheumathoid Arthritis dan Osteoarthrosis), kelainan saraf perifer (neuralgia neuritis)

Kontraindikasi MWD
Adanya logam, gangguan pembuluh darah, pakaian yang menyerap keringat, jaringan yang banyak cairan, gangguan sensibilitas, neuropathi (timbul gangguan sensibilitas dan diabetes melitus), infeksi akut, transqualizer (alat pada pasien dengan gangguan kesadaran), sesudah rontgen (konsentrasi EM berkelebihan), kehamilan, saat menstruasi.

Efek fisiologis yang ditimbulkan dari pemberian MWD
Terjadinya perubahan panas ; yang sifatnya lokal jaringan yang meningkatkan metabolisme jaringan lokal, meningkatkan vasomotion sehingga timbul homeostatik lokal yang akhirnya menimbulkan vasodilatasi. Perubahan panas secara general yang menaikkan temperatur pada daerah lokal.

Teknik aplikasi MWD:
• Persiapan alat, tes alat, pre pemanasan 5-10 menit, jarak <10cm dari kulit • persiapan pasien : bebaskan dari pakaian dan logam, posisikan pasien senyaman mungkin, tes sensibilitas, jarak 5-10 cm, durasi 20-30 menit. alat 2456MHz, frekuensi terapi 3-5 x/minggu, intensitas 50-100 watt (toleransi pasien), dosis intensitas ditentukan oleh aktualitas patologi (aktualitas rendah : thermal, aktualitas sedang : subthermal, aktualitas tinggi : a thermal)

3. ULTRASOUND (US)

Pengertian
Mesin ultrasound adalah modalitas fisioterapi yang pemanfaatannya dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi atau rendah. Gelombang suara ini dasalurkan di sekitar jaringan dan pembuluh darah, gelombang suara tersebut menembus ke otot sehingga otot menjadi hangat dan otot relaks, oleh karena itu gelombang ultrasound ini digunakan untuk perawatan otot yang mengalami ketegangan dan kekakuan.
Tujuan
Efek dari pemanasan ini berpengaruh pada pelebaran pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah sehingga membantu prose penyembuhan. Fisioterapis juga dapat mengatur frekuensi dari gelombang ultrasound sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi peradangan.
  • Indikasi
Contoh kasus yg termasuk indikasi Ultrasound : Rheumathoid Arthrosis, Osteoarthrosis Genu, Hernia Nucleus Pulposus, Low Back Pain, spasme cervical, tennis elbow, frozen shoulder.
  • Kontra indikasi
Jaringan yang lembut (mata, ovarium, testis, otak), jaringan yang baru sembuh, jaringan/granulasi baru, kehamilan, pada daerah yang sirkulasi darahnya tidak adekuat, tanda-tanda keganasan, infeksi bakteri spesifik.
Teknik Aplikasi US : Sebelum terapi : lakukan assesment, tes sensibilitas, lokalisasi daerah terapi, tentukan metode (langsung/tidak langsung), beri penjelasan kepada pasien.  Persiapan alat : Persiapan pasien Penatalaksanaan US: Berikan gel pada daerah yang akan diterapi, Ratakan gel dgn tranduser, nyalakan alat, Timer ditentukan dari = luas area dibagi dengan luas ERA, Intensitas ditentukan oleh aktifitas patologi :
  • aktivitas tinggi : dosis rendah (1-1,5 W/cm²)
  • aktivitas sedang : dosis sedang (1,5-2 W/cm²)
  • aktivitas rendah : dosis tinggi (2-3 W/cm²)

4. Transcutaneus Electrical nerve stimulation (TENS)

Pengertian TENS
> Transcutaneus Electrical nerve stimulation (TENS) merupakan suatu cara penggunaan energi listrik guna merangsang sistem saraf melalui permukaan kulit dan terbukti efektif untuk merangsang berbagai tipe nyeri
> Pada TENS mempunyai bentuk pulsa : Monophasic mempunyai bentuk gelombang rectanguler, trianguler dan gelombang separuh sinus searah; biphasic bentuk pulsa rectanguler biphasic simetris dan sinusoidal biphasic simetris; pola polyphasic ada rangkaian gelombang sinus dan bentuk interferensi atau campuran.
> Pulsa monophasic selalu mengakibatkan pengumpulan muatan listrik pulsa dalam jaringan sehingga akan terjadi reaksi elektrokimia dalam jaringan yang ditandai dengan rasa panas dan nyeri apabila penggunaan intensitas dan durasi terlalu tinggi.

Tujuan pemberian TENS
Memeilhara fisiologis otot dan mencegah atrofi otot, re-edukasi fungsi otot, modulasi nyeri tingkat sensorik, spinal dan supraspinal, menambah Range Of Motion (ROM)/mengulur tendon, memperlancar peredaran darah dan memperlancar resorbsi oedema

Frekuensi Pulsa
• Frekuensi pulsa dapat berkisar 1 – 200 pulsa detik.
• Frekuensi pulsa tinggi > 100 pulsa/detik menimbulkan respon kontraksi tetanik dan sensibilitas getaran sehingga otot cepat lelah
• Arus listrik frekuensi rendah cenderung bersifat iritatif terhadap jaringan kulit sehingga dirasakan nyeri apabila intensitas tinggi. Arus listrik frekuensi menengah bersifat lebih konduktif untuk stimulasi elektris karena tidak menimbulkan tahanan kulit atau tidak bersifat iritatif dan mempunyai penetrasi yang lebih dalam.

Penempatan Elektroda
• Di sekitar lokasi nyeri : Cara ini paling mudah dan paling sering digunakan, sebab metode ini dapat langsung diterapkan pada daerah nyeri tanpa memperhatikan karakter dan letak yang paling optimal dalam hubungannya dengan jaringan penyebab nyeri
• Dermatome :Penempatan pada area dermatome yang terlibat, Penempatan pada lokasi spesifik dalam area dermatome, Penempatan pada dua tempat yaitu di anterior dan di posterior dari suatu area dermatome tertentu
• Area trigger point dan motor point

Indikasi TENS
Kondisi LMNL(Lower Motor Neuron Lesion) baru yang masih disertai keluhan nyeri, kondisi sehabis trauma/operasi urat saraf yang konduktifitasnya belum membaik, kondisi LMNL kronik yg sdh terjadi partial/total dan enervated muscle, kondisi pasca operasi tendon transverse, kondisi keluhan nyeri pada otot, sebagai irritation/awal dari suatu latihan, kondisi peradangan sendi (Osteoarthrosis, Rheumathoid Arthritis dan Tennis elbow), kondisi pembengkakan setempat yang belum 10 hari

Kontra Indikasi TENS
Sehabis operasi tendon transverse sebelum 3 minggu, adanya ruptur tendon/otot sebelum terjadi penyambungan, kondisi peradangan akut/penderita dlm keadaan panas

Prosedur TENS
• Tingkat analgesia-sensoris : frekuensi 50-150 Hz, durasi pulsa <200 (60-100) mikrodetik • Tingkat analgesia untuk rasa nyeri : frekuensi 150 Hz, durasi pulsa >150 mikrodetik
• Persipan pasien (kulit harus bersih dan bebas dari lemak, lotion, krim dll), periksa sensasi kulit, lepaskan semua metal di area terapi, jangan menstimulasi pada area dekat/langsung di atas fraktur yg baru/non-union, diatas jaringan parut baru, kulit baru.
5. PARAFIN BATH

Pengertian
Pengobatan panas superficial dgn modalitas rendaman hangat parafin.

Tujuan
Preliminary terhadap metoda intervensi lain (mobilisasi sendi, massage), memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, menambah kelenturan jaringan perifer, lingkup gerak sendi, dipilih untuk tangan dan kaki.
Indikasi
Terapi pada bagian superfisial tubuh dengan panas sangat baik untuk mereduksi nyeri dan kekakuan, untuk menghindari sapsme otot, meningkatkan range of motion sendi, serta mempercepat proses penyembuhan dengan cara meningkatkan aliran darah sehingga peredaran darah menjadi lancar dan kebutuhan nutrisi pada jaringan yang berkaitan terpenuhi.

Parafin bath indikasi terhadap:
Reduksi nyeri dan spasme otot
• Efek panas dari parafin dapat digunakan sebelum dilakukan latihan penguluran otot untk mereduksi nyeri.
• Spasme otot menimbukan rasa nyeri serta berkurangnya range of motion sendi, namun hal ini dapat dikurangi dengan memberikan panas sebagai media terapi.
• Pasca fractur
• Pasca trauma
• Sprain dan strain
• Arthritis kronis


Kontra Indikasi
Pada dasarnya kontra indikasi pada terapi dengan menggunakan suhu atau temperatur adalah gangguan sensibilitas.

Kontra indikasi untuk terapi parafin bath dapat dituliskan sebagai berikut:
• Gangguan sensibilitas.
• Luka terbuka.
• Parafin tidak boleh digunakan pada luka terbuka karena dapat menyebabkan luka bakar pada jaringan yang bersangkutan.

Metode Aplikasi
> Metode Deep : mencelupkan kaki/tangan kedalam cairan parafin bath -> terbentuk permukaan parafin padat dan tipis yang meliputi kulit -> tarik kembali -> ulang 8-10x -> sampai terbentuk sarung tengan tebal (mengisolasi bagian tubuh terhadap kehilangan panas) -> bungkus dengan handuk kering untuk mempertahankan panas -> lama 15-20 menit -> setelah itu sarung tangan parafin dilepas
> Metode immersion : mencelupkan tangan/kaki secara terus-menerus kedalam cairan parafin -> terbentuk sarung tangan pada sekitar kulit -> lama 20-30 menit -> lebih efektif meningkatkan temperatur jaringan tapi resiko luka bakar
> Metoda breshing : dengan menggunakan kuas -> untuk area yang tidak dijangkau (pinggang, hip, pada regio yang besar)
6. TRAKSI
Pengertian
Traksi adalah tahanan yang dipakai dengan berat atau alat lain untuk menangani kerusakan atau gangguan pada tulang dan otot.
Tujuan
Tujuan dari traksi adalah untuk menangani dislokasim atau spasme otot dalam usaha untuk memperbaiki deformitas dan mmpercepat penyembuhan. Ada dua tipe utama dari traksi : traksi skeletal dan traksi kulit, dimana didalamnya terdapat sejumlah penanganan.
Prinsip Traksi adalah menarik tahanan yang diaplikasikan pada bagian tubuh, tungkai, pelvis atau tulang belakang dan menarik tahanan yang diaplikasikan pada arah yang berlawanan yang disebut dengan countertraksi. Tahanan dalam traksi didasari pada hokum ketiga (Footner, 1992 and Dave, 1995). Traksi dapat dicapai melalui tangan sebagai traksi manual, penggunaan talim splint, dan berat sebagaimana pada traksi kulit serta melalui pin, wire, dan tongs yang dimasukkan kedalam tulang sebagai traksi skeletal (Taylor, 1987 and Osmond, 1999).
Traksi dapat dilakukan melalui kulit atau tulang. Kulit hanya mampu menanggung beban traksi sekitar 5 kg pada dewasa. Jika dibutuhkan lebih dari ini maka diperlukan traksi melalui tulang. Traksi tulang sebaiknya dihindari pada anak-anak karena growth plate dapat dengan mudah rusak akibat pin tulang.
Indikasi traksi kulit diantaranya adalah untuk anak-anak yang memerlukan reduksi tertutup, traksi sementara sebelum operasi, traksi yang memerlukan beban 5 kg. Akibat traksi kulit yang kelebihan beban di antaranya adalah nekrosis kulit, obstruksi vaskuler, oedem distal, serta peroneal nerve palsy pada traksi tungkai.
Indikasi traksi kulit diantaranya adalah untuk anak-anak yang memerlukan reduksi tertutup, traksi sementara sebelum operasi, traksi yang memerlukan beban 5 kg. Akibat traksi kulit yang kelebihan beban di antaranya adalah nekrosis kulit, obstruksi vaskuler, oedem distal, serta peroneal nerve palsy pada traksi tungkai.
Kontra indikasi dari pemberian traksi lumbal menurut Dellito (1990) dikutip oleh Cameron (1999) adalah : (1) kondisi trauma akut atau inflamasi (2) hipermobilitas atau instabilitas (3) hipertensi yang tidak terkontrol (4) fraktur (5) osteoporosis (6) spondilosis (7) selama proses terapi keluhan nyeri bertambah sehingga dalam pengaplikasian traksi lumbal terapis harus selalu melakukan monitoring.
Traksi tulang dilakukan pada dewasa yang memerlukan beban > 5 kg, terdapat kerusakan kulit, atau untuk penggunaan jangka waktu lama. Kontratraksi diperlukan untuk melawan gaya traksi, yaitu misalnya dengan memposisikan tungkai lebih tinggi pada traksi yang dilakukan di tungkai.
Teknik dalam aplikasi traksi ada dua cara yaitu statik dan intermiten. Dalam penelitian ini prosedur penggunaan tehnik aplikasi traksi lumbal adalah sebagai berikut :
a.       Penentuan alat
Menggunakan traksi elektrik dengan perangkat semi computer digital.
b.      Posisi pasien
Posisi yang umum adalah tidur terlantang dalam sedikit paha fleksi 85 derajat dan eksorotasi 10-15 derajat serta lutut dalam keadaan fleksi 85-90 derajat (Thamrin, 1991 dikutp oleh Hartini, 2007)
c.       Alat pengikat
Menggunakan alat pengikat punggung berupa sabuk (pelvic belt) yang diikatkan di atas krista iliaka dan dihubungkan ke mesin traksi serta fiksasi pada tubuh bagian atas untuk menghindari bagian atas untuk tertariknya tubuh ke bawah akibat tarikan lumbal.

Referensi:
http://rehabfisik.blogspot.com/2016/06/alat-alat-fisioterapi-dan-kegunaannya.html

Jumat, 26 Oktober 2018

Sistem Muskuloskeletal

SISTEM MUSKULOSKELETAL 

 Terdapat tiga jenis otot yaitu, otot rangka, otot jantung, dan otot polos. Kontraksi pada ketiga otot tersebut serupa, namun terdapat perbedaan yang penting.
  
Otot rangka  
Otot rangka dihubungkan ke tulang melalui tendon. Tendon adalah berkas serabut kolagen yang melekatkan otot ke tulang. Tendon menggerakkan tulang dengan kontraksi otot rangka, yang dikontrol oleh neuron motorik bawah dari medula spinalis.Satu neuron motorik dapat mempersarafi beberapa serabut otot. Neuron motorik dan seluruh serabut otot yang dipersarafinya disebut unit motorik. secara umum, otot yang memiliki kontrol halus hanya memiliki sedikit serabut otot yang dipersarafi oleh neuron motorik tunggal. otot yang tidak memerlukan kontrol halus adalah otot yang menunjang punggung yang terdiri atas banyak serabut otot neuron motorik. Sel otot rangka adalah sel yang sangat berdiferensiasi yang tumbuh selama embriogenesis dan setelah itu dalam kehidupan dibawah kontrol faktor pertumbuhan, hormon, dan stimulus fisik.

  • Struktur Otot Rangka
setiap otot rangka terdiri tersusun banyak sel otot, yang disebut serabut otot. Otot tertentu dapat memiliki beberapa ratus atau seribu serabut. Semakin banyak serabut otot yang ada pada otot, semakin besar juga kekuatan potensial otot. Otot rangka disebut otot serabut lintang karena adanya garis lintang yang dapat dilihat diseluruh otot melalui mikroskop cahaya. garis lintang tersebut menggambarkan subunit dari setiap serabut otot. satu sel otot dibentuk dari banyak miofibril. Miofibril terdiri atas subunit yang lebih kecil disebut miofilamen. Miofilamen adalah unit fungsional sel otot. Unit ini terdiri dari atas protein kontraktil yang tebal dan tipis, yang berkelompok menjadi pola berulang yang disebut sarkomer.
  • Kontraksi otot
kontraksi otot terjadi apabila jembatan silang miosin berikatan dengan tempat spesifik di protein aktin. Energi yang disimpan di kepala miosin dari pemecahan molekul ATP sebelum dilepaskan. Energi yang dilepaskan digunakan untuk mengayunkan jembatan silang sehingga filamen, aktin dan miosin bergeser satu sama yang lain.hal ini yang menyebabkan otot berkontraksi dan juga otot memendek.Dengan berayunnya jembatan silang sisa ADP dan P dilepaskan dari miosin.
 
Otot jantung
Kontraksi otot jantung sama dengan kontraksi otot rangka, dengan perbedaan berikut;
  1. Sel jantung dapat berkontraksi secara spontan, yaitu kontraksi tanpa stimulasi saraf. Stimulasi saraf dapat meningkatkan atau menurunkan kecepatan kontraksi jantung.
  2. serabut otot jantung dihubungkan satu sama yang lain melalui daerah dengan resistensi rendah, yang disebut diskus interkalatus. diskus interkalatus memungkinkan terjadinya depolarisasi, yang dimulai pada satu serabut otot jantung untuk menyebar ke serabut sekitarnya dengan cepat sehingga memastikan kontraksi semua serabut otot jantung secara bersamaan pada satu waktu, kontraksi secara bersamaan diperlukan untuk mempertahankan curah jantung dan tekanan darah.
  3.  Terdapat dua sumber kalsium yang terlibat dalam menghasilkan kontraksi sel otot jantung. pada otot jantung seperti pada otot rangka, ion klasium dilepaskan ke intrasel dari retikulum sarkoplasma, namun ion kalsium juga termasuk ke sel dari cairan ekstrasel melalui saluran natrium kalsium yang ada di tubulus.
  4. karena adanya saluran kalsium yang lambat, kontraksi sel otot jantung berlangsung sekitar 10 kali lebih lama dari pada kontraksi otot rangka.
  5. Dalam keadaan istirahat, sel otot jantung mengalami sedikit regangan daripada yang diperlukan untuk menghasilkan tegangan maksimum yang memungkinkan jantung meningkatkan tegangan ketika mengalami regangan selama peningkatan pengisian jantung.

Otot polos
kontraksi otot polos berbeda dengan otot polos lainnya.Beberapa karakteristik kontraksi otot polos adala;
  1. Otot polos dipersarafi dan distimulasi oleh saraf simpatis dan para simpatis sistem saraf otonom. Saraf ini tidak mempersarafi otot polos di end plate spesifik, namun bercabang melingkupi sel otot dan secara difus melepaskan zat transmitter diatas serabut.
  2. sebgaian otot polos berfungsi sebagai suatu unit yang terdiri atas jutaan serabut. Serabut ini berkontraksi sebagai respons terhadap potensial aksi yang dihasilkan dari regangan mekanis, pelepasan mediator kimi lokal atau stimulasi saraf atau hormonal. Pencetusan potensial aksi secara spontan dapat juga terjadi pada otot polos jenis ini, potensial aksi yang terbentuk dari berbagai sumber, disalurkan dari satu sel ke sel lainnya melalui gap junction. Otot polos ini disebut otot polos unit-tunggal. Otot polos jenis ini dijumpai di bgian usus,saluran genitourinari dan pembuluh darah.
  3. sebagain serabut otot polos berkontraksi secara individual dan hanya sebagai respons terhadap stimulasi saraf. Serabut ini biasanya dipersarafi oleh satu neuron yang melepaskan norepinefrin.Serabut ini mengalami depolarisasi dan berkontraksi,namun biasanya tidak mencetuskan potensial aksi. otot ini sebut dengan otot polos multi-unit. otot ini terdapat pada bagian mata dan mengelilingi folikel rambut.
  4. otot polos memiliki aktin  dan miosin, memecahkan ATP unutuk menghasilkn tegangan, filamen tipis pada serabut otot polos tidak memiliki troponin.ketika kadar kalsium intrasel meningkat pada serabut otot polos,kalsium berikatan dengan suatu protein yang disebut kalmodulin yang menyebabkan fosforilasi slah satu rantai ringan kepala miosin.
  5. sarkomer otot polos tidak memperlihatkan gambaran serabut lintang dibawah mikroskop, namun polanya lebih difus dan kurang teratur sehingga memungkinkan otot berkontraksi dalam rentang panjang yang berbeda-beda. pada serabut otot polos terdapat lebih banyak molekul aktin daripada molekul miosin walaupun pembntukan tegangn maksimalnya sama.
  6. pada otot polos sebagian besar kalsium masuk dari cairan ekstra sel melalui saluran peka-voltase.sebagian kalsium dilepaskan dari retikulum sarkoplasma. kadar kalsium selalu cukup untuk mempertahankan tingkat rendah hubungan jematn silang.
  7. kecepatan siklus jembatan silang dan kontraksi otot lebih lambat pada otot polos dibandingkan dengan otot rangka, kemungkinan besar karena kepala miosin memilki lebih sedikit ATP. Diperlukan waktu lebih lama untuk memecahkan ATP sehingga memperlama waktu miosin untuk berlekatan dengan aktin. waktu perlekatan yang lebih dalam menyebabkan peningkatan pembentukan tegangan. Kecepatan pompa kalsium yang lambat di otot polos juga memperlama kontraksi.
  8. mekanisme latch pada otot polos memungkinkan kontraksi otot dipertahankan dalam periode waktu yang lama pada fraksi pengeluaran energi otot rangka. mekanisme ini mungkin berkaitan dengan lama waktu miosin tetap berlekatan dengan aktin.

Kamis, 18 Oktober 2018

Gerakan Anatomi

Gerakan Anatomi

Ada beberapa gerakan anatomi, yaitu
  • Fleksi dan Ekstensi
Fleksi adalah gerakan menekuk atau membengkokkan, sedangkan Ekstensi adalah gerakan untuk meluruskan. contohnya: gerakan ayunan lutut pada saat berjalan. Gerakan ayunan kedepan merupakan (ante)fleksi dan ayunan kebelakang disebut (retro)fleksi/ekstensi. Ayunan ke belakang lebih lanjut disebut hiperekstensi.

  • Adduksi dan Abduksi
Adduksi adalah gerakan mendekati tubuh. Abduksi adalah gerakan menjauhi tubuh. Contoh: gerakan membuka tungkai kaki pada saat posisi istirahat di tempat merupakan gerakan abduksi (menjauhi tubuh). Bila kaki digerakkan kembali ke posisi siap merupakan gerakan adduksi (mendekati tubuh)

  • Elevasi dan Depresi
Elevasi adalah gerakan mengangkat, sedangkan Depresi adalah gerakkan menurunkan. contohnya: gerakkan membuka mulut (elevasi) dan menutupnya (depresi). Bisa juga dengan gerakan pundak keatas (elevasi) dan kebawah (depresi).

  • Inversi dan Eversi
Inversi adalah gerakkan memiringkan telapak kaki ke dalam tubuh, sedangkan Eversi adalah gerakkan memiringkan telapak kaki keluar tubuh. Kalian perlu ketahui untuk istilah Inversi dan Eversi hanya untuk wilayah di pergelangan kaki.

  • Supinasi dan Pronasi
Supinasi adalah gerakan menengadahkan tangan, sedangkan Pronasi adalah gerakan menelungkupkan tangan. Kalian perlu ketahui istilah Supinasi dan Pronasi hanya digunakan untuk wilayah pergelangan tangan.

  • Endorotasi dan Eksorotasi
Endorotasi adalah gerakan ke dalam pada sekeliling sumbu panjang tulang yang bersendi (rotasi), sedangkan Eksorotasi adalah gerakan ke luar.

Dasar-dasar orientasi anatomi

Dasar-dasar orientasi anatomi

halooo guys, aku mau kasih tau bawah di tubuh kita itu terdapat bidang-bidang lohh...
kalian mau tau apa saja bidang-bidangnya. Nihh aku akan ngasih tau..

Di dalam tubuh manusia terdapat tiga (3) bidang, yaitu:

  • Bidang sagital
Bidang sagital atau anteroposterior adalah bidang yang membentang dari depan ke belakang dan dari atas ke bawah. Bidang ini membelah tubuh menjadi bagian medial (kiri) dan bagian lateral (kanan). Bidang sagital adalah bidang yang sejajar dengan bidang median, gerak yang terdapat pada bidang ini disebut gerak sagital. Bila kedua segmen tulang yang saling berhubungan pada bidang sagital dan salah satu segmen bergerak mengecilkan sudut disebut fleksi, gerak kembali pada kedudukan semula disebut gerak ekstensi. Sumbu gerak dari gerakan tersebut terdapat pada bidang frontal dan horizontal yang melewati hubungan antara kedua segmen. Khusus mengenai tulang belikat atau skapula yang ikut membentuk gelang bahu maka gerak yang terjadi dalam bidang sagital adalah elevasi dan depresi. gerak yang terjadi dalam bidang horizontal adalah protraksi dan retraksi.

  • Bidang frontal atau bidang coronal
Bidang frontal atau lateral adalah bidang yang membentang dari sisi kanan ke sisi kiri dan dari atas ke bawah. Bidang ini membelah tubuh menjadi bagian anterior (depan) dan bagian posterior (belakang). Bidang frontal adalah bidang yang tegak lurus terhadap bidang median, gerakan yang terdapat pada gerak ini disebut gerak frontal. Gerak yang menjauhi bidang median disebut gerk abduksi, dan gerak yang mendekati median disebut adduksi. Sumbu gerak dari gerakan tersebut terletak pada bidang sagital dan horizontal.

  • Bidang transvensal atau bidang horizontal
Bidang transversal adalah bidang yang membentang dari sisi kanan ke sisi kiri dan dari depan ke belakang. Bidang ini membelah tubuh menjadi superior (atas) dan bagian inferior (bawah). Bidang transversal adalah bidang yang tegak lurus terhadap bidang sagital dan frontal. Gerak yang terdapat pada bidang ini disebut gerak horizontal atau gerak yang mengelilingi sumbu/ gerak axial/ gerak anguler atau rotasi. Sumbu geraknya sejalan dengan axis memanjang suatu segmen. Ada dua gerak rotasi, yaitu endorotasi (gerak titik terventral dari sesuatu segmen menuju ke arah medial) dan eksorotasi (gerak kembali ke kedudukan semula setelah melakukan gerak endorotasi). 


Nah guys yang ditas itu adalah bidang-bidang anatomi ditubuh manusia.
semoga bermanfaat yaaaa...

Sabtu, 13 Oktober 2018

Struktur sel

Hai teman-teman,

aku akan membahas tentang pengertian dan struktur dari sel.

pengertian sel
sel adalah unit pembentuk semua makhluk hidup. setiap sel adalah suatu sistem lengkap yang melaksanakan berbagai fungsi yaitu membentuk dan meggunakan energi, melakukan respirasi, reproduksi, dan ekskresi. sel-sel bergabung untuk membentuk jaringan, jaringan tersebut bergabung untuk membentuk organ dan organ bergabung membentuk sebuah sistem tubuh.

struktur sel
sel terdiri dari struktur internal yang masing-masing dipisahkan oleh membran semipermeabel. struktur internal tersebut dibungkus menjadi satu oleh membran sel dan membetuk sebuah unit tunggal. Bagian sel dapat dibagi menjadi dua yaitu, sitoplasma dan nekleus.
  • Sitoplasma
Sitoplasma meliputi semua yang ada di dalam sel tetapi diluar inti sel. Mitokondria adalah sumber energi untuk sel, sedangkan Retikulum endoplasma dan retikulum ribosom adalah struktur organel yang penting untuk mensintesis protein. lisosom intrasel adalah vesikel yang mengandung enzim pencernaan yang kuat. sitoskeleton adalah kerangka internal sel.Sitoskeleton menyokong sel dari bagian dalam dan memungkinkan terjadi pergerakan berbagai bahan didalam sel. sitoskeleton terdiri dari mikrotubulus dan mikrofilamen.

  • Nekleus
Nekleus adalah  suatu organel besar terbungkus membran yang mengandung asam deoksiribonukleat (DNA / deoxyribonucleic acid ), yaitu bahan genetik sel. DNA mengalami pelipatan didalam nekleus yang bertujuan untuk melindunginya dari kerusakan. jenis protein yang berperan dalam pelipatan dan proteksi DNA tersebut histon. Histon dan DNA  ditemukan di bagian nekleus yang disebut  nukleolus. di dalam nukleolus terjadi replikasi DNA, pembelahan sel dan transkripsi DNA.

Sabtu, 06 Oktober 2018

anatomi fisiologi

ANATOMI FISIOLOGI
Pengertian Anatomi adalah Ilmu yang mempelajari tentang struktur tubuh manusia, sedangkan Fisiologi Ilmu yang mempelajari fungsi dari tubuh manusia dalam keadaan normal. Jadi, anatomi fisiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang struktur dan fungsi tubuh manusia dalam keadaan normal.
Ada beberapa struktur pada manusia
·         Sel : Satu unit dasar dari tubuh manusia dimana setiap organ merupakan gregasi/penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh sokongan struktur-struktur interselluler. Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Misalnya sel darah merah yang jumlahnya 25 triliun berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Disamping sel darah merah masih terdapat sekitar 75 triliun sel lain yang menyusun tubuh manusia, sehingga jumlah sel pada manusia sekitar 100 triliun sel. Walaupun banyak sel yang berbeda satu sama lainnya, tetapi umumnya seluruh sel mempunyai sifar-sifat dasar yang mirip satu sama lain, misalnya :
a.    oksigen akan terikat pada karbohidrat, lemak atau  protein pada setiap sel untuk melepaskan energi
b.    mekanisme umum merubah makanan menjadi energi
c.    setiap sel melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan   disekitarnya
d.    hampir semua sel mempunyai  kemampuan mengadakan reproduksi dan jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain akan beregenerasi.
Secara umum sel-sel yang menyusun tubuh  manusia mempunyai struktur. dasar yang terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus). Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, elektrolit, protein,lemak dan karbohidrat.


·         Jaringan terdiri dari 4, yaitu;
a.    Jaringan epitel
Adalah jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai organ sekresi dan penyerapan.
b.    Jaringan pengikat
Berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh contohnya jaringan darah.

c.    Jaringan otot
Jaringan otot terbagi atas tiga yaitu ;
1.      otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam.
2.      otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh.
3.      otot jantung yang dapat ditemukan di jantung.






d.    Jaringan saraf
Jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktifitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan.


·         Organ/ system :
Organ adalah bagian tubuh atau alat manusia dengan fungsi khusus, Sistem adalah susunan alat dengan fungsi tertentu.




a.    Sistem kardiovaskular : memompa darah ke seluruh tubuh
b.    Sistem pencernaan      : pemrosesan makanan dengan mulut, perut, dan usus .
c.    Sistem endokrin           : komunikasi dalam tubuh dengan hormon.
d.    Sistem kekebalan         : mempertahankan tubuh dari serangan benda yang menyebabkan penyakit.
e.    Sistem integument       : kulit, rambut.
f.     Sistem limfatik              : struktur yang terlibat dalam transfer limfa antara jaringan dan aliran darah.
g.    Sistem otot                     : menggerakkan tubuh.
h.    Sistem saraf                    : mengumpulkan, mengirim, dan memproses informasi dalam otak dan saraf (SS. PUSAT, SS. PERIFER, SS. OTONOM).
i.      Sistem reproduksi          : organ seks.
j.      Sistem pernafasan         : organ yang digunakan bernafas, paru-paru.
k.    Sistem rangka                 : sokongan dan perlindungan struktural dengan tulang.
l.      Sistem urin                      : ginjal dan struktur yang dihubungkan dalam produksi dan ekskresi urin.